LombokPost- Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Pancasila meneken nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan sosial. Penandatanganan MoU digelar dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait penyelesaian konflik horizontal di NTB, Rabu lalu (8/4).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi bersama Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Adnan Hamid di Hotel Prime Park.
Rektor Unram Prof. Sukardi menegaskan, penandatanganan MoU bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian dari upaya nyata perguruan tinggi dalam menjawab persoalan konflik di masyarakat.
Baca Juga: Tuntaskan Anak Tidak Sekolah dan Benahi Data Dapodik NTB, Prioritas Pendidikan NTB 2026
Menurutnya, penyelesaian konflik horizontal tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja. Pendekatan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek hukum, budaya, dan kesejahteraan sosial.
“Konflik tidak selalu bisa diprediksi. Kadang dipicu hal sederhana seperti kesalahpahaman, sehingga penyelesaiannya harus menyentuh berbagai aspek,” jelasnya.
Dalam konteks itu, kerja sama ini untuk memperkuat kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat. Unram sendiri telah mengembangkan berbagai inisiatif, termasuk pusat kajian sosial yang melibatkan akademisi lintas disiplin.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Mataram Wajibkan Siswa SD dan SMP Ikuti TKA
Selain itu, Unram juga mendorong program “Profesor Berdampak” dan pengembangan desa berdaya sebagai bagian dari solusi berbasis akar rumput. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap penyelesaian konflik sosial di NTB.
Sementara itu, Rektor Universitas Pancasila Prof. Adnan Hamid mengapresiasi kerja sama itu. Ia berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata, bukan hanya seremoni.
“Momentum ini penting untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menjalankan tridharma, terutama pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: BPMP NTB Perkuat Penjaminan Mutu Pendidikan, Mataram Krisis Pengawas, 6 Orang Tangani 220 Sekolah
Ke depan, kedua pihak optimistis kerja sama ini akan memberikan kontribusi konkret dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan, khususnya di wilayah NTB.
Editor : Akbar Sirinawa