LombokPost- Fika Ariani, guru SMAN 8 Mataram, mencatat prestasi sebagai doktor terbaik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia menyelesaikan studi S3 dengan IPK 3,96.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan konsistensi mampu mengantarkan pendidik mencapai puncak akademik. Fika menempuh pendidikan doktoral melalui program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) sejak 2022.
Perjalanan menuju capaian tersebut tidak mudah. Setelah menyelesaikan S2 di Universitas Mataram, ia harus membagi waktu antara peran sebagai ibu, pendidik, dan mahasiswa doktoral. Kunci keberhasilan terletak pada disiplin manajemen waktu.
Baca Juga: Konsolda Pendidikan NTB Petakan ATS, Siapkan Database Isu Pendidikan 2026
“Manajemen waktu sangat penting. Saya berusaha menyeimbangkan pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan pribadi,” ujarnya.
Di tengah proses studi, guru ini mendapat dukungan penuh dari sekolah. Bahkan sebelum berangkat studi, ia meraih penghargaan Guru Inspiratif Inovatif tingkat nasional 2022. Dukungan tersebut mempermudah langkahnya menyelesaikan studi S3 di UNY.
Dalam perjalanannya, ia menunjukkan konsistensi dalam menjaga performa akademik. Hal itu terbukti dari capaian IPK hampir sempurna hingga dinobatkan sebagai lulusan terbaik.
Baca Juga: Tuntaskan Anak Tidak Sekolah dan Benahi Data Dapodik NTB, Prioritas Pendidikan NTB 2026
Setelah diwisuda pada 12 Februari 2026, ia kembali mengabdi di SMAN 8 Mataram. Sejak 1 Maret, ia mulai mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Keberhasilan Fika menjadi wisudawan terbaik UNY menegaskan bahwa gelar doktor bukan tujuan akhir.
“Ini adalah awal untuk memberikan manfaat lebih besar bagi pendidikan,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa