Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Literasi Budaya Sasak Dikuatkan, SDN 14 Cakranegara Jadi Percontohan Multietnik

Ali Rojai • Selasa, 14 April 2026 | 05:52 WIB
Murid SDN 14 Cakranegara menampilkan tarian Sasak pada program literasi budaya Sasak lintas etnik di sekolah setempat, Senin (13/4).Sekolah ini jadi percontohan harmoni multietnik.
Murid SDN 14 Cakranegara menampilkan tarian Sasak pada program literasi budaya Sasak lintas etnik di sekolah setempat, Senin (13/4).Sekolah ini jadi percontohan harmoni multietnik.

 

LombokPost- Program literasi budaya Sasak terus diperkuat di lingkungan sekolah dasar (SD). Salah satu implementasinya terlihat di SDN 14 Cakranegara yang menjadi lokasi utama program literasi budaya Sasak lintas etnik. Program ini dinilai strategis karena menyasar ratusan siswa sejak usia dini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan melalui program layanan produksi bidang kebudayaan kategori pendayagunaan ruang publik tahun 2025. Program ini mendapat dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Kebudayaan, dan Dana Indonesiana.

SDN 14 Cakranegara dipilih karena memiliki lebih dari 200 siswa dengan latar belakang multietnik. Kondisi ini menjadikan sekolah tersebut sebagai ruang ideal untuk penguatan literasi budaya Sasak sekaligus membangun harmoni sosial sejak dini.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Tekan Putus Sekolah di NTB, Wamen Tinjau SRMP 18 Lobar

Pengelola kegiatan Dr. Khairil Anwar menegaskan, literasi budaya Sasak bukan sekadar pembelajaran tambahan. Lebih dari itu, program ini merupakan upaya memperkuat identitas lokal di tengah keberagaman.

“Anak-anak hidup di tanah Sasak. Maka sudah seharusnya mereka mengenal identitas Sasak. Ini bukan menghapus identitas asal, tetapi menghormati tempat berpijak,” ujarnya.

Menurutnya, nilai “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi landasan penting dalam program literasi budaya Sasak. Karena itu, siswa dikenalkan bahasa Sasak, tradisi, busana, hingga nilai sosial budaya sejak dini.

Baca Juga: Siswa Absen TKA, Rapor Pendidikan Sekolah Terancam

Dalam pelaksanaannya, program literasi budaya Sasak diisi berbagai materi. Mulai dari pengenalan lontar Sasak, pelatihan bahasa Sasak, hingga praktik busana adat. Selain itu, pelatihan tarian Sasak menjadi agenda utama yang dilaksanakan dalam beberapa sesi.

Tidak hanya itu, siswa juga diperkenalkan dengan cilokaq Sasak sebagai bagian dari seni tradisi lisan dan musik khas Lombok. Rangkaian kegiatan ini memperkuat pemahaman siswa terhadap literasi budaya Sasak secara menyeluruh.

Khairil menilai, SD merupakan titik paling strategis untuk menanamkan nilai harmoni sosial. Apalagi di Kota Mataram yang dikenal dengan keberagaman etnis.

Baca Juga: TKA SD Mataram 2026 Siap Digelar, Jadi Penentu Masuk SMP Favorit

“Kalau sejak kecil anak memahami identitas lokal melalui literasi budaya Sasak, maka harmoni lintas etnik dan agama akan semakin kuat,” katanya.

Program literasi budaya Sasak ini mendapat sambutan positif dari Kepala SDN 14 Cakranegara Gusti Ayu Aryanti. Ia menyebutkan, kegiatan ini menjadi peluang penting dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal.

“Kami sangat mendukung literasi budaya Sasak ini. Murid tidak hanya belajar akademik, tetapi juga memahami tradisi daerahnya,” ujarnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#literasi budaya Sasak #budaya Sasak Lombok #pendidikan multietnik #harmoni sosial Mataram #SDN 14 Cakranegara