Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Guru SMAN 8 Mataram Raih IPK Sempurna, Bukti Pendidik Harus Terus Belajar

Ali Rojai • Selasa, 14 April 2026 | 18:05 WIB
Guru SMAN 8 Mataram Sri Ayulan di sela-sela mengajar di sekolah setempat, Selasa (14/4).
Guru SMAN 8 Mataram Sri Ayulan di sela-sela mengajar di sekolah setempat, Selasa (14/4).

 

LombokPost- Guru SMAN 8 Mataram meraih IPK 4.00 di Universitas Mataram menjadi kisah inspiratif yang ramai diperbincangkan. Sosok Sri Ayulan, guru SMAN 8 Mataram, berhasil menyelesaikan studi magister di Unram dengan capaian sempurna IPK 4.00 dalam waktu 1,5 tahun. Prestasi Ayulan ini menjadi bukti dedikasi seorang pendidik.

Perempuan kelahiran 1987 ini menempuh studi pada Program Magister Administrasi Pendidikan. Di tengah perannya sebagai guru PPPK dan pengurus PGRI Sandubaya, Ayulan mampu menuntaskan pendidikan dengan hasil maksimal.

“Alhamdulillah, ini semua karena dorongan dari dalam diri dan dukungan banyak pihak,” ujarnya.

Baca Juga: Unram Percepat Studi Lanjut Dosen, Target Akreditasi Internasional

Perjalanan Ayulan meraih wisuda terbaik tidak mudah. Ia harus membagi waktu antara tugas mengajar, keluarga, dan sebagai Sekretaris PGRI Cabang Sandubaya.

“Kapan saya harus fokus di sekolah, kuliah, dan organisasi, semua harus terjadwal,” katanya.

Setiap pagi, ia tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Mulai dari menyiapkan kebutuhan keluarga hingga mengantar anak, semua dilakukan sebelum berangkat mengajar.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Tekan Putus Sekolah di NTB, Wamen Tinjau SRMP 18 Lobar

Kesuksesan Ayulan meraih IPK 4.00 di Unram juga tidak lepas dari dukungan suami dan lingkungan kerja. Suaminya yang juga bergelar magister menjadi support system utama.

Selain itu, pihak sekolah memberikan fleksibilitas jadwal. Kepala SMAN 8 Mataram Sunoto turut membantu pengaturan waktu mengajar. “Lingkungan kerja sangat mendukung, jadi saya tetap bisa menikmati proses ini,” ungkapnya.

Ayulan menempuh studi dengan biaya pribadi. Baginya, pendidikan adalah investasi jangka panjang. “Kalau kita punya kemauan, pasti ada jalan,” tegasnya.

Baca Juga: Bimbingan UTBK SMAN 3 Mataram Dibuka, Perkuat Peluang Lolos SNBT

Ayulan juga menyampaikan pandangannya tentang dunia pendidikan. Ia menilai guru tidak boleh terjebak dalam rutinitas kurikulum semata. “Jangan sampai kita jadi robot kurikulum. Harus ada inovasi,” katanya.

Menurutnya, guru harus mampu bertransformasi agar pendidikan tidak stagnan. Peran guru bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter siswa.

Ayulan menegaskan profesi guru adalah panggilan jiwa. Ia mengajak para pendidik untuk terus belajar dan berinovasi. Ia juga menyoroti pentingnya trilogi pendidikan, mengajar dengan hati, membimbing dengan kesungguhan, dan memastikan siswa benar-benar memahami.

Baca Juga: Unram-Universitas Hamzanwadi Bersinergi, Percepat Pemenuhan Dokter di NTB

“Jangan hanya menjalankan tugas formal. Kita harus mendorong siswa benar-benar memahami dan mengaktualisasikan apa yang didapatkan,” ujarnya.

Ayulan berharap ilmunya dapat memberi dampak nyata. Ia ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan SMAN 8 Mataram. Baginya, pendidikan bukan sekadar gelar, tetapi jalan untuk membawa perubahan.

Editor : Akbar Sirinawa
#Guru SMAN 8 Mataram raih IPK 4.00 #Sri Ayulan guru SMAN 8 Mataram #IPK 4.00 Unram #Guru lanjut studi S2 #pendidikan mataram