Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Upskilling SMK NTB Digeber, 400 Siswa Kejar Sertifikat LSP2

Ali Rojai • Kamis, 16 April 2026 | 16:44 WIB
Kepala Bidang SMK-PKPLK Dikpora NTB Hasbi
Kepala Bidang SMK-PKPLK Dikpora NTB Hasbi

 

LombokPost- Program upskilling siswa SMK kembali digulirkan. Sebanyak 400 siswa bakal digembleng melalui program upskilling hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Program upskilling ini disiapkan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja. Langkah ini menjadi upaya menekan angka pengangguran terdidik. Melalui program upskilling, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Kepala Bidang SMK-PKPLK Dikpora NTB Hasbi memastikan pelaksanaan program upskilling akan dimulai bulan depan.

Baca Juga: Menu MBG SMKPPN Mataram Makin Berkualitas, Siswa Dapat Asupan Gizi Lengkap

“Insyaallah sesuai rencana kita siapkan 400 siswa,” ujarnya.

Pelaksanaan upskilling akan dibagi dalam beberapa sesi agar materi tersampaikan maksimal. Skema ini juga memastikan seluruh peserta mendapatkan pengalaman pelatihan melalui dukungan dari Disnakertrans.

Program upskilling tahap awal ini difokuskan pada lima bidang keahlian yang paling dibutuhkan pasar kerja. Yakni pengelasan, pelayanan pelanggan, staf operator kantor, barista, serta pelayanan makanan dan minuman. Selama lebih dari 12 hari, peserta akan menjalani praktik untuk memperkuat skill teknis.

Baca Juga: Guru SMAN 8 Mataram Raih IPK Sempurna, Bukti Pendidik Harus Terus Belajar

Tak hanya itu, program upskilling juga menjadi jalan bagi siswa untuk meningkatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP)1 ke LSP2. Sertifikat kompetensi ini menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.

“Harapan kita, dengan sertifikat LSP2 dari program upskilling ini, lulusan bisa langsung terserap di dunia kerja sesuai keahliannya,” jelas Hasbi.

Peserta diprioritaskan dari siswa kelas XII. Namun, jika kuota belum terpenuhi, siswa kelas XI yang kompeten juga berpeluang mengikuti program upskilling ini.

Baca Juga: Siswa MTsN 3 Mataram Borong Prestasi 2026, Raih Runner Up dan Tiga Emas Nasional

Antusiasme terhadap program upskilling diprediksi terus meningkat. Setelah tahap pertama dengan 400 peserta, Disnakertrans berencana membuka periode lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar.

Dengan pelaksanaan program upskilling, diharapkan kualitas SDM NTB meningkat. Memiliki sertifikat LSP2 menjadi bukti kompetensi sekaligus membuka peluang kerja lebih luas bagi lulusan vokasi.

Program upskilling juga menjadi jembatan menuju dunia industri. Kolaborasi antara sekolah dan Disnakertrans diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang siap pakai, profesional, dan kompetitif di berbagai sektor.

 

 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Dikpora NTB #Upskilling SMK NTB #Program upskilling SMK #Sertifikat LSP2 #Siswa SMK NTB