LombokPost- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Keluarga Guru dan Pegawai Hindu (IKGPH) Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya ke-35 menjadi momentum menghidupkan kembali tradisi Begibung (makan bersama) di Mataram. IKGPH menegaskan komitmen menjaga tradisi Begibung sebagai warisan budaya di tengah arus modernisasi.
HUT IKGPH ke-35 yang dirangkaikan dengan Dharma Shanti Saka 1948 dipusatkan di Pura Mayura. Tradisi Begibung diangkat sebagai tema utama untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kesetaraan.
Ketua Umum IKGPH Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya Gusti Ayu Aryanthi menjelaskan, momentum ini menjadi strategi menghidupkan kembali tradisi Begibung yang mulai tergeser budaya modern seperti prasmanan dan nasi kotak.
Baca Juga: SMKN 5 Mataram Juara Samurai Festival 2026, Lolos Nasional
“Melalui HUT IKGPH ke-35, kami ingin menghidupkan kembali tradisi Begibung untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan antaranggota,” ujarnya, Rabu (22/4).
Dalam tradisi Begibung, nilai kebersamaan menjadi inti. Semua orang makan dalam satu wadah tanpa sekat sosial. Nilai ini kembali ditegaskan sebagai identitas budaya yang tidak boleh hilang.
Organisasi yang berdiri sejak 9 Maret 1991 ini juga memperkuat peran sosial keagamaan. Kegiatan meliputi persembahyangan rutin, donor darah, hingga anjangsana kepada anggota yang sakit atau purna tugas.
Baca Juga: TKA 2026 Wajib untuk Siswa SD Lobar, Semua Kelas VI Ikut
“Tradisi Begibung adalah simbol kebersamaan kami. Kami ingin nilai ini tetap hidup dan tidak tergerus zaman,” tegasnya.
Di tengah modernisasi, HUT IKGPH ke-35 diharapkan mengembalikan tradisi Begibung sebagai jati diri masyarakat dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Nilai budaya diharapkan tetap terjaga dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Editor : Akbar Sirinawa