LombokPost-Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) memperkuat kualitas pendidikan, kompetensi mahasiswa, dan daya saing lulusan.
Upaya itu dilakukan melalui Kuliah Pakar SNI Goes To Campus. Kegiatan ini digelar FAPERTA UMMAT bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Kegiatan mengusung tema “Penerapan Standardisasi Nasional pada Bidang Pertanian Guna Mendukung Mutu Lulusan Perguruan Tinggi”. Agenda berlangsung Kamis, 21 Mei 2026, di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT.
Kegiatan ini menjadi momentum penting. Sebab, disebut sebagai pelaksanaan SNI Goes To Campus pertama pada tingkat universitas di NTB dalam bidang pertanian.
Program ini bertujuan memperkenalkan budaya mutu, penerapan standar, dan pentingnya Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada kalangan akademisi. Khususnya mahasiswa sebagai calon lulusan yang akan berperan di dunia industri, dunia usaha, riset, dan pengembangan teknologi pertanian.
Acara dihadiri pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa lingkup Fakultas Pertanian, serta peserta dari berbagai kalangan. Sejak awal kegiatan, peserta antusias mengikuti rangkaian acara. Terutama sesi diskusi terkait penerapan SNI di sektor pertanian, industri pangan, dan pengembangan produk lokal.
Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Nur Hidayati mengatakan, penerapan standar menjadi aspek penting dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Menurut dia, standardisasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk. Namun, juga mencakup keamanan pangan, efisiensi proses produksi, perlindungan konsumen, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Baca Juga: Mendikdasmen dan Gubernur NTB Resmikan RS UMMAT, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Masyarakat
Nur Hidayati menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman tentang standardisasi kepada mahasiswa sejak dini.
Dengan bekal itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara akademik. Mereka juga diharapkan memiliki kesadaran mutu dalam setiap proses produksi, inovasi, dan pengembangan usaha di bidang pertanian.
Sementara itu, Dekan FAPERTA UMMAT Syirril Ihromi menyampaikan apresiasi kepada BSN atas kolaborasi melalui program SNI Goes To Campus.
Dia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin menekankan aspek kualitas, keamanan, dan standardisasi produk.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya penerapan standar nasional dalam mendukung peningkatan kualitas produk pertanian serta menjadi lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun dunia industri,” ujarnya.
Pada sesi utama, peserta menerima materi dari Fasilitator Penerapan SNI BSN Bagus Muhammad Irvan. Dia membawakan tema “From Farm to Table: Peran SNI dalam Menjamin Mutu Produk Hasil Pertanian.”
Dalam paparannya, Bagus menjelaskan pentingnya penerapan SNI pada seluruh rantai produksi pertanian. Mulai dari proses budi daya, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga produk sampai kepada konsumen.
Dia menekankan, penerapan standar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pertanian lokal. Selain itu, menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, dan membuka peluang akses pasar yang lebih luas.
Materi itu mendapat perhatian besar dari peserta. Terutama saat membahas tantangan penerapan standar di sektor pertanian dan peluang kerja di bidang standardisasi serta penjaminan mutu.
Selain materi akademik dan teknis, kegiatan ini menghadirkan praktisi usaha yang telah berhasil menerapkan standar mutu.
Owner CV. Ading Walet Al-Buntaran Fina Novianti membawakan materi bertajuk “Success Story CV Ading Walet Al-Buntaran Menerapkan SNI 8998:2021 Sarang Burung Walet Bersih (Edible Bird Nest).”
Baca Juga: LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa, Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus
Dalam paparannya, Fina membagikan pengalaman pengembangan usaha sarang burung walet hingga berhasil menerapkan SNI 8998:2021.
Dia menjelaskan, penerapan standar mutu berdampak positif terhadap peningkatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, serta perluasan peluang pemasaran.
Kisah sukses itu menjadi inspirasi bagi mahasiswa. Penerapan SNI tidak hanya relevan bagi industri besar. Standar mutu juga penting bagi usaha kecil dan menengah agar mampu meningkatkan daya saing produk.
Melalui Kuliah Pakar SNI Goes To Campus, FAPERTA UMMAT berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri terus diperkuat.
Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya budaya mutu dan standardisasi. Terutama sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian yang maju, modern, kompetitif, dan berkelanjutan.
Editor : Akbar Sirinawa