LombokPost- Pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMPN 17 Mataram menunjukkan progres positif. Hingga pertengahan Mei 2026, pembangunan RKB ini dilaporkan telah mencapai sekitar 60 persen.
Capaian ini membuat pihak sekolah optimistis RKB bisa segera digunakan pada tahun ajaran baru mendatang untuk mendukung peningkatan kapasitas siswa.
Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati mengatakan, pengerjaan fisik pembangunan RKB dimulai sejak awal Mei lalu. Saat ini, proses pembangunan sudah memasuki tahap pemasangan kerangka atap bangunan.
“Kalau progresnya sudah sekitar 60 persen karena sudah mulai merakit atap kemarin. Hari ini sudah mulai naik untuk pemasangan kerangka,” ujarnya, Kamis (21/5).
Baca Juga: SMAN 8 Mataram Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, Perangi Bullying demi Iklim Belajar Sehat
Pembangunan RKB menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam meningkatkan fasilitas pendidikan dan daya tampung siswa. Dengan struktur utama bangunan yang hampir selesai, proyek ini diyakini dapat rampung sesuai target.
Hartati menjelaskan, proyek pembangunan RKB ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan pengerjaan. Karena itu, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan bisa tuntas sebelum masa libur sekolah berakhir.
Meski detail teknis progres pengerjaan berada di bawah tanggung jawab pemborong, Hartati terus melakukan pemantauan agar pembangunan RKB berjalan sesuai jadwal.
Baca Juga: Unram Raih Opini WTP 2025, Perkuat Reputasi Kampus Unggulan di NTB
Dua RKB yang dibangun nantinya diproyeksikan untuk menambah kapasitas rombongan belajar (rombel) di SMPN 17 Mataram. Saat ini jumlah rombel yang tercatat di Dapodik masih terkunci pada empat kelas.
Namun, dengan tambahan RKB ini, sekolah menargetkan kapasitas rombel bisa meningkat menjadi lima hingga enam kelas pada tahun depan.
Meski demikian, pemanfaatan RKB belum dapat dilakukan pada periode berjalan saat ini. Hal itu disebabkan sistem administrasi dan kuota ruangan untuk tahun ajaran sekarang sudah terkunci.
“Kami berharap dengan tuntasnya pembangunan ruang kelas baru yang bersumber dari DAU ini, tidak ada lagi kendala daya tampung siswa,” pungkas Hartati.
Editor : Kimda Farida