Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMAN 4 Mataram Perkuat Moderasi Beragama Lewat Wisata Religi dan Pembinaan Spiritual

Jay • Kamis, 4 Juni 2026 | 05:20 WIB
PEMBINAAN KEAGAMAAN: Siswa SMAN 4 Mataram mengikuti pembinaan keagamaan sebelum KBM dimulai, belum lama ini. Sekolah perkuat moderasi beragama lewat wisata religi dan pembinaan spiritual.
PEMBINAAN KEAGAMAAN: Siswa SMAN 4 Mataram mengikuti pembinaan keagamaan sebelum KBM dimulai, belum lama ini. Sekolah perkuat moderasi beragama lewat wisata religi dan pembinaan spiritual.

 

LombokPost- Praktik moderasi beragama di SMAN 4 Mataram (Smanca) terus diperkuat melalui berbagai program pembinaan spiritual yang melibatkan seluruh siswa lintas agama. Melalui Gerakan Cinta Alquran (GCA), pembinaan keagamaan rutin, dan wisata religi, Smanca membangun budaya toleransi dan harmoni di lingkungan sekolah.

Program moderasi beragama di Smanca tidak hanya menjadi konsep dalam pembelajaran, tetapi telah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari siswa. Setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, siswa mengikuti pembinaan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing dengan pendampingan langsung dari guru agama.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Mataram Suryati menjelaskan, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk karakter religius sekaligus memperkuat nilai toleransi di kalangan peserta didik.

Baca Juga: Campus Hiring SMKN 1 Lembar dan PT Pelni Dibuka, Peluang Kerja untuk Alumni SMK Pelayaran

“Setiap hari ini dilakukan di bawah bimbingan guru agama. Jadi sebelum KBM dimulai, mereka sudah ready,” ujarnya.

Siswa Muslim mengikuti GCA di musala sekolah. Sementara siswa beragama Hindu melaksanakan pembinaan keagamaan di ruang khusus di dekat perpustakaan. Adapun siswa Nasrani mengikuti pendalaman iman di ruang kelas yang telah disiapkan sekolah.

Menurut Suryati, program moderasi beragama di Smanca memberikan dampak positif terhadap kehidupan spiritual siswa. Kesadaran siswa untuk aktif mengikuti kegiatan keagamaan dan mendatangi tempat ibadah sesuai jadwal masing-masing terus meningkat.

Baca Juga: SPMB NTB 2026 Dibuka, Simak Jadwal, Kuota dan Syarat Masuk SMA Negeri

Selain pembinaan rutin harian, Smanca juga memperkuat moderasi beragama melalui program wisata religi.

“Kegiatan ini untuk memperluas wawasan spiritual siswa sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya dan tradisi keagamaan yang berkembang di masyarakat,” tutur Suryati.

Dalam pelaksanaannya, kata Suryati, siswa diajak mengunjungi berbagai situs bersejarah, melakukan tradisi nyekar ke makam tokoh agama, hingga sowan ke kediaman Tuan Guru bagi siswa Muslim. Program ini menjadi agenda rutin yang terintegrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Baca Juga: PMBM MAN 1 Mataram Dibuka 8 Juni, Tersedia 319 Kursi untuk Siswa Baru

Melalui wisata religi dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan, Smanca ingin menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh siswa untuk berkembang sesuai keyakinannya. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menanamkan sikap saling menghormati dan memperkuat moderasi beragama di lingkungan pendidikan.

Keberhasilan program moderasi beragama di Smanca menunjukkan sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, sekolah juga membentuk generasi yang memiliki karakter religius, toleran, dan menghargai perbedaan.

“Melalui Gerakan Cinta Alquran dan berbagai inovasi wisata religi, praktik moderasi beragama ini diharapkan terus konsisten demi masa depan generasi muda yang lebih toleran,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Toleransi di sekolah #SMAN 4 Mataram #Wisata religi #moderasi beragama #Gerakan Cinta Alquran