Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Karya Siswa SMAN 8 Mataram Didorong Masuk Hotel, Regenerasi Pelukis NTB Terjaga

Jay • Kamis, 4 Juni 2026 | 16:13 WIB
KARYA SISWA: Pelukis senior sekaligus akademisi I Gusti Lanang Putra melihat karya seni rupa siswa SMAN 8 Mataram di sekolah setempat, Rabu (3/6).
KARYA SISWA: Pelukis senior sekaligus akademisi I Gusti Lanang Putra melihat karya seni rupa siswa SMAN 8 Mataram di sekolah setempat, Rabu (3/6).

 

LombokPost- Kreativitas siswa SMAN 8 Mataram mendapat perhatian serius dari kalangan seniman. Melalui pameran karya yang digelar di lingkungan sekolah, potensi karya siswa SMAN 8 Mataram dinilai mampu menjadi bagian penting dalam pengembangan seni rupa NTB. Sekaligus memperkuat regenerasi pelukis NTB pada masa depan.

Apresiasi itu disampaikan pelukis senior sekaligus akademisi I Gusti Lanang Putra saat mengunjungi pameran karya siswa SMAN 8 Mataram.

Menurutnya, kualitas karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa seni rupa NTB memiliki prospek besar untuk berkembang menjadi sektor ekonomi kreatif yang bernilai tinggi.

“Ke depannya pameran jangan hanya diapresiasi sesama seniman. Perlu mengundang kolektor, pengusaha, hingga pengambil kebijakan agar karya yang dipamerkan memiliki peluang untuk dibeli,” ujarnya.

Baca Juga: SMPN 17 Mataram Juara 1 Pantomim FLS3N, Siap Wakili Kota Mataram ke Tingkat NTB

Menurut Lanang, keberlanjutan seni rupa NTB tidak hanya bergantung pada kreativitas seniman, tetapi juga pada hadirnya pasar yang mampu mengapresiasi karya mereka. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menghadirkan kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi karya-karya lokal.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah mendorong hotel, restoran, dan berbagai ruang publik di NTB untuk memajang sekaligus membeli karya siswa SMAN 8 Mataram dan seniman lainnya. Langkah ini dinilai mampu membuka pasar baru bagi pelukis NTB sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni lokal.

Lanang menjelaskan, biaya produksi sebuah karya seni tidak murah. Mulai dari kanvas, bingkai, cat, hingga perlengkapan pendukung lainnya membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu, dukungan pasar menjadi faktor penting agar seniman dapat terus berkarya.

Baca Juga: SMAN 4 Mataram Perkuat Moderasi Beragama Lewat Wisata Religi dan Pembinaan Spiritual

“Masyarakat sering melihat hasil akhirnya saja, padahal biaya produksi karya seni cukup tinggi. Dukungan pasar sangat penting agar seniman memiliki modal untuk terus berkarya,” tegasnya.

Sementara itu, Guru Seni Budaya SMAN 8 Mataram I Nyoman Sandia terus menghadirkan ruang ekspresi kreatif yang memamerkan berbagai karya siswa kepada warga sekolah dan masyarakat.

Menjelang perpisahan siswa kelas XII, lorong sekolah disulap menjadi galeri seni yang menampilkan lukisan hasil karya siswa. Tidak hanya itu, pengunjung juga disuguhkan pajangan wayang lengkap dengan deskripsi cerita khas Sasak yang sarat nilai budaya lokal.

Baca Juga: Dua Siswa SMPN 6 Mataram Raih Nilai Sempurna TKA Nasional, Kelulusan Capai 100 Persen

Menurut Nyoman, ekspresi kreatif bertajuk “Lorong Pendidikan” merupakan metafora perjalanan belajar manusia sepanjang hayat. Lorong dimaknai sebagai ruang interaksi, pengalaman, dan pembentukan karakter yang berlangsung melalui proses pendidikan.

“Pendidikan bukan tujuan akhir, melainkan jalan untuk membentuk manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan,” jelasnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), Nyoman menilai proses kreatif tetap memiliki nilai yang tidak tergantikan. Kemudahan memperoleh gambar melalui internet tidak bisa menggantikan pengalaman, imajinasi, dan pembelajaran yang lahir dari proses menciptakan karya secara langsung.

Baca Juga: Campus Hiring SMKN 1 Lembar dan PT Pelni Dibuka, Peluang Kerja untuk Alumni SMK Pelayaran

Melalui kegiatan itu, siswa diajak untuk mencintai proses berkarya, mengembangkan kreativitas, dan membangun identitas diri melalui seni. Dengan semakin banyaknya ruang apresiasi terhadap karya siswa SMAN 8 Mataram, seni rupa NTB diharapkan terus berkembang dan melahirkan generasi baru pelukis NTB yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Ketika karya siswa dipromosikan, yang tumbuh bukan hanya lukisan di dinding, tetapi juga keberanian, mimpi, dan identitas diri mereka,” tutup Nyoman.

Editor : Kimda Farida
#karya siswa SMAN 8 Mataram #Seni rupa NTB #Pelukis NTB #Regenerasi pelukis NTB #SMAN 8 MATARAM