LombokPost- Pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMPN 17 Mataram terus dikebut menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Proyek yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) itu ditargetkan rampung sebelum proses penerimaan siswa baru dimulai.
Pembangunan RKB menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kapasitas dan kualitas sarana pendidikan di Kota Mataram.
Dengan tambahan ruang belajar, sekolah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal bagi peserta didik.
Staf Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusferdian mengatakan, progres pembangunan RKB SMPN 17 Mataram berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, pekerjaan konstruksi menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Baca Juga: Siswi MAN 2 Mataram Jadi Duta Anti Bullying NTB, Siap Kampanyekan Sekolah Ramah Anak
“Sebelum penerimaan murid baru, pembangunan RKB ini sudah rampung,” ujarnya.
Menurut Yusferdian, proyek pembangunan RKB SMPN 17 Mataram saat ini mulai mendekati tahap penyelesaian.
Jika progres pekerjaan tetap terjaga, pembangunan akan segera memasuki tahap finishing dalam waktu dekat.
Ia optimistis target penyelesaian selama tiga bulan dapat tercapai.
Apalagi, waktu pengerjaan yang tersisa dinilai masih cukup untuk menuntaskan seluruh pekerjaan konstruksi sesuai perencanaan.
Baca Juga: Karya Siswa SMAN 8 Mataram Didorong Masuk Hotel, Regenerasi Pelukis NTB Terjaga
Sementara itu, Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati menilai pembangunan RKB SMPN 17 Mataram menjadi kebutuhan dalam mendukung peningkatan layanan pendidikan.
Kehadiran ruang belajar baru akan memberikan ruang yang lebih memadai bagi siswa pada tahun ajaran mendatang.
Meski pembangunan berjalan lancar, masih terdapat beberapa penyesuaian administrasi yang perlu diselesaikan. Salah satunya terkait kuota rombongan belajar (rombel) pada sistem Dapodik yang saat ini masih terkunci untuk empat rombel, sementara kapasitas sekolah memungkinkan menampung hingga lima rombel.
Karena itu, pemanfaatan RKB juga akan menyesuaikan dengan proses sinkronisasi data pada sistem Dapodik.
Baca Juga: Juara FLS3N Kota, SMPN 15 Mataram Siap Wakili Kota Mataram di FLS3N NTB
Hartati berharap seluruh proses administrasi dapat segera diselesaikan sehingga ruang kelas baru dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Pembangunan RKB bukan sekadar penambahan bangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan kenyamanan siswa,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida