Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mahasiswa FK Unizar Raih Dua Bronze Medal Lewat Inovasi Kesehatan dan Mitigasi Bencana

Jay • Kamis, 11 Juni 2026 | 15:13 WIB
MEMBANGGAKAN: Dari kiri ke kanan, Nidya Hariyanti, Ni Ketut Septia Reni Dhamma Yanti, dan Mas Ayu Balqist Sava Phalosa foto bersama  di Sekretariat Fakultas Kedokteran Unizar, pada Selasa (9/6). Tiga mahasiswa ini berhasil meraih dua Bronze Medal pada ajang Idea Festival 5 tingkat nasional melalui inovasi kesehatan dan mitigasi bencana yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.
MEMBANGGAKAN: Dari kiri ke kanan, Nidya Hariyanti, Ni Ketut Septia Reni Dhamma Yanti, dan Mas Ayu Balqist Sava Phalosa foto bersama di Sekretariat Fakultas Kedokteran Unizar, pada Selasa (9/6). Tiga mahasiswa ini berhasil meraih dua Bronze Medal pada ajang Idea Festival 5 tingkat nasional melalui inovasi kesehatan dan mitigasi bencana yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.

 

LombokPost- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (Unizar).

Tiga mahasiswa FK Unizar berhasil meraih dua Bronze Medal pada ajang Idea Festival 5 tingkat nasional melalui inovasi kesehatan dan mitigasi bencana yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Prestasi mahasiswa FK Unizar tersebut diraih oleh Nidya Hariyanti, Ni Ketut Septia Reni Dhamma Yanti, dan Mas Ayu Balqist Sava Phalosa.

Ketiganya tampil mewakili kampus di bawah bimbingan Ayu Anulus, SST., MKM dalam kompetisi yang digelar Sentosa Foundation bersama Bogor Science Club (BSC) IPB University pada 6-7 Juni 2026.

Dua Bronze Medal yang diraih mahasiswa FK Unizar berasal dari kategori kesehatan dan lingkungan.

Kedua inovasi yang dikembangkan berfokus pada peningkatan keselamatan masyarakat melalui sistem tanggap darurat kesehatan serta mitigasi bencana yang adaptif.

Baca Juga: KPK Awasi SPMB Kota Mataram 2026, Jual Beli Kursi dan Pungli Jadi Perhatian

Pada kategori kesehatan, tim FK Unizar menghadirkan inovasi bertajuk Kuta-Mandalika Kit, yakni model sistem respons gawat darurat untuk menurunkan angka kematian akibat henti jantung di kawasan destinasi wisata.

Inovasi tersebut dilatarbelakangi tingginya kebutuhan layanan kegawatdaruratan di kawasan wisata unggulan seperti Mandalika yang rutin menjadi lokasi berbagai event nasional maupun internasional.

Melalui konsep itu, masyarakat sekitar, petugas hotel, pelaku wisata, hingga lifeguard didorong memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama saat terjadi kasus henti jantung mendadak sebelum tenaga medis tiba di lokasi.

Baca Juga: SPMB SMPN 1 Mataram 2026 Siapkan 11 Rombel, Kapasitas 45 Siswa per Kelas

“Kami berharap masyarakat di kawasan wisata memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama sehingga risiko kematian akibat henti jantung dapat ditekan,” ujar Nidya Hariyanti mewakili tim.

Menurutnya, setiap menit sangat menentukan peluang keselamatan korban henti jantung.

Karena itu, sistem respons cepat berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan wisatawan maupun warga lokal.

Sementara itu, pada kategori lingkungan, mahasiswa FK Unizar memperkenalkan inovasi Kapsul Ketupat (Kapsul Apung Terpadu) sebagai sarana perlindungan darurat saat terjadi banjir.

Baca Juga: Kuota Jalur Domisili SMAN 3 Mataram Bertambah, Afirmasi dan Mutasi Tak Penuhi Target

Kapsul tersebut dirancang untuk membantu korban bertahan hidup sambil menunggu proses evakuasi.

Didalamnya tersedia berbagai kebutuhan dasar seperti oksigen, nutrisi darurat, selimut termal, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Gagasan Kapsul Ketupat terinspirasi dari budaya mitigasi bencana di Jepang yang dikenal memiliki tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang tinggi dalam menghadapi situasi darurat.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang memungkinkan masyarakat melindungi diri secara mandiri ketika bencana terjadi sebelum bantuan datang,” jelasnya.

Baca Juga: Laras, Siswi SMPN 2 Mataram Juara O2SN, Wakili Kota Mataram di Cabang Renang

Tim menilai banjir masih menjadi salah satu ancaman terbesar di berbagai daerah Indonesia.

Karena itu, diperlukan inovasi mitigasi bencana yang tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga pada penyelamatan korban sejak fase awal.

Bagi mahasiswa FK Unizar, sektor kesehatan dan lingkungan memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Berbagai tantangan di bidang kegawatdaruratan kesehatan maupun risiko bencana dinilai membutuhkan solusi inovatif yang aplikatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Melalui inovasi Kuta-Mandalika Kit dan Kapsul Ketupat, mereka berharap dapat menghadirkan kontribusi nyata terhadap peningkatan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Ruang Guru SMAN 1 Lingsar Ambruk, Polisi Pasang Garis di Tiga Titik Rawan

Keberhasilan meraih dua Bronze Medal sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa FK Unizar mampu bersaing di tingkat nasional melalui kolaborasi, kreativitas, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kedepan, tim berharap kedua inovasi tersebut dapat dikembangkan hingga tahap implementasi.

Kuta-Mandalika Kit diharapkan dapat diterapkan di kawasan wisata Mandalika dan destinasi wisata lainnya, sementara Kapsul Ketupat dapat menjadi bagian dari sistem mitigasi bencana di wilayah rawan banjir.

Prestasi mahasiswa FK Unizar yang meraih dua Bronze Medal pada Idea Festival 5 semakin mempertegas komitmen kampus dalam mencetak generasi muda yang inovatif, kolaboratif, dan memiliki daya saing nasional melalui pengembangan inovasi kesehatan dan mitigasi bencana.

Editor : Kimda Farida
#Mahasiswa FK Unizar #Bronze Medal #Idea Festival 5 #inovasi kesehatan #FK Unizar