Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menengok Proses Belajar Mengajar di SDN 1 Teros, Pembelajarannya Inovatif, “Anak Spesial” Ditangani Khusus

Prihadi Zoldic • Selasa, 16 Juni 2026 | 09:13 WIB

 

BELAJAR BERSAMA: Sasana pembelajaran menyenangkan di kelas II SDN 1 Teros, Rabu (10/6) lalu. 
BELAJAR BERSAMA: Sasana pembelajaran menyenangkan di kelas II SDN 1 Teros, Rabu (10/6) lalu. 

 

Terletak di pinggiran Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di dekat Labuhan Haji, tak menghalangi SDN 1 Teros berinovasi. Lombok Post berkesempatan jadi murid sehari di sana. 

Wahyu Prihadi, LOMBOK TIMUR 

 

LombokPost - “Siapa yang mau coba maju,” teriak Qurrota Ayuni, guru kelas II SDN 1 Teros, Lombok Timur. 

Sontak pancingan itu membuat anak-anak muridnya berebut mengangkat tangan. “Saya bu guru, saya,” teriak anak muridnya bersahutan. 

Beberapa tampak malu, tapi motivasi yang terus diberikan Qurrota Ayuni berhasil menghalau rasa ragu yang sempat hinggap di benak sejumlah anak. Pagi itu, pelajaran mereka tentang merangkai kalimat. 

Baca Juga: Bantuan Pemerintah Australia Mengalir hingga Kembang Kerang

Anak-anak sudah dibagi menjadi empat kelompok. Meja dan kursi disusun sedemikian rupa, agar tiap kelompok bisa maksimal berdiskusi. Di bagian depan, sang guru terus memberi penjelasan. Penjelasan lainnya juga ada di papan tulis, dan di meja anak masing-masing. 

Sudah ada stiker tulisan dan gambar yang tinggal disusun agar membentuk kalimat. Misalnya tulisan “Ayah” dirangkai dengan gambar orang yang sedang menanam padi, dan dirangkai lagi dengan tulisan “di sawah”. 

“Ayah menanaman padi di sawah,” teriak seorang anak setelah berhasil mengerjakan tugas di depan kelas. 

Baca Juga: Rampung, Ini Nama-nama Struktur Baru Petinggi AC Milan "Reformasi"

Tepuk tangan pun bergemuruh, si anak berkaca mata itu tampak semringah karena berhasil menjawab. Dia benar mengerjakan soal kali ini. Dia adalah salah satu anak spesial di sana. Sesaat masuk dan berbaur di dalam kelas itu, Lombok Post sudah merasakan anak berkaca mata itu butuh perhatian khusus.  

Beberapa kali dia mengusap matanya, mengernyitkan dahi, memfokuskan pandangan ke depan. Dia adalah salah satu dari total 59 murid dengan hambatan belajar di SDN 1 Teros.

“Dulu si anak duduk di belakang, kami awalnya tak mengerti mengapa dia tampak tertinggal, ternyata kendalanya pada penglihatan,” ujar Qurrota Ayuni. 

Baca Juga: Kangkung Lombok Tidak Hanya Enak, tapi Spesial Cenderung Luar Biasa, Bebas Residu Pestisida, Logam Berat Tidak Terdeteksi

Singkat cerita bantuan pun datang, Puskesmas Labuhan Haji memberi bantuan kaca mata. Si anak juga ditempatkan duduk di bagian depan, masalah teratasi. 

Jenis hambatan anak ternyata beragam, misalnya, di kelas yang sama masih ada dua anak lagi dengan hambatan fungsional belajar.

Awalnya sang guru menduga dua anak itu sebatas kesulitan, tapi hasil tes psikolog menunjukkan IQ dua anak itu memang di bawah rata-rata. Cara berpikirnya lebih lambat dibandingkan temannya yang lain. 

Baca Juga: Melihat Bangunan Baru SDN 2 Pohgading yang Tak Biasa, Tahan Gempa, Berbahan Plastik Daur Ulang Ramah Lingkungan

Sehingga solusinya dilakukan pendampingan khusus saat belajar. Tapi si anak tak dipisahkan, dia tetap menyatu dengan teman sebayanya, dengan harapan tak terjadi perundungan karena anak itu berbeda.

Hasilnya lagi-lagi positif, Lombok Post mengamati langsung dua anak itu tetap mau berusaha menjawab soal yang ada. Tampak jelas mereka kesulitan, namun guru yang menerangkan dengan baik, dan dukungan teman-teman yang suportif, membuat semuanya jadi lebih mudah. 

Dari kasus itu kita belajar bahwa pendekatan berbasis data dapat mengubah sekolah menjadi lingkungan belajar yang lebih inklusif. Ada peran Pemerintah Australia di sana, melalui INOVASI.

Baca Juga: NTB Punya Aplikasi Keren yang Berguna saat Terjadi Bencana, Ada Peran Australia di Sana

Program ini telah membantu memfasilitasi kerja sama antara sekolah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas pendidikan, dan organisasi profesional. INOVASI mendukung sistem pendidikan inklusif yang didasarkan pada data melalui Profil Belajar Siswa (PBS). 

PBS adalah sarana digital yang terintegrasi sistem informasi data Kemendikdasmen untuk memetakan kemampuan dan kebutuhan belajar murid, termasuk penyandang disabilitas. Data PBS kkemudian digunakan untuk perencanaan, pengambilan keputusan kebijakan, serta intervensi sekolah yang terarah. 

Qurrota Ayuni adalah salah satu contoh guru di SDN 1 Teros yang sudah dilatih terkait hal tersebut. Dia menerapkannya dengan maksimal sesuai kemampuan dan pemahamannya. Dengan cara bervariasi, ibu gur berjilbab itu melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan anak. 

Baca Juga: Pemerintah Australia Ikut Turun Tangan Bantu Kelompok Disabilitas NTB, Begini Caranya

Handra Wandriati, adalah salah seorang wali murid, cucunya bersekolah di SDN 1 Teros itu. Dia bercerita, sempat kebingungan melihat cucunya yang ogah-ogahan bersekolah. Diberi tugas pun tak mau dikerjakan. Dia juga harus mengantar jemput sang cucu, bahkan menunggunya selama proses belajar mengajar.

“Kemudian saya dapat info dari sekolah soal PBS, cucu saya ada hambatan fungsional belajar,” ceritanya. 

Setelah masalah diketahui, dia tak berkecil hati. Bersama pihak sekolah malah semakin intens berdiskusi, membahas masalah yang ada, dan mencari jalan keluar.

Baca Juga: Baru Perpanjang Kontrak, tapi Kapten AC Milan Bisa Saja Pergi

BELAJAR BERSAMA: Sasana pembelajaran menyenangkan di kelas II SDN 1 Teros, Rabu (10/6) lalu. 
BELAJAR BERSAMA: Sasana pembelajaran menyenangkan di kelas II SDN 1 Teros, Rabu (10/6) lalu. 

 

“Sekarang cucu saya sudah lebih baik, tidak perlu ditunggu, dan mau belajar berkat penanganan yang benar,” ujarnya. 

“Kami merasakan manfaat program ini, tentu saja kami mendukungnya,” kata Baiq Suriatun, Pengawas Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur. (*)
 
Editor : Prihadi Zoldic
#australia #Labuhan Haji #Lombok Timur