Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikbud Lobar Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, Validasi Data Jadi Prioritas

Jay • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:43 WIB
RAPAT KOORDINASI: Dikbud Lobar perkuat penanganan ATS melalui rapat koordinasi yang melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan di Restoran Ujung Landasan, Gerung, Senin (15/6) lalu. Dikbud Lobar perkuat penanganan ATS, validasi data jadi prioritas.
RAPAT KOORDINASI: Dikbud Lobar perkuat penanganan ATS melalui rapat koordinasi yang melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan di Restoran Ujung Landasan, Gerung, Senin (15/6) lalu. Dikbud Lobar perkuat penanganan ATS, validasi data jadi prioritas.

 

LombokPost- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) kembali memperkuat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Upaya itu dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan.

Penanganan ATS menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Tujuannya memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Haeruddin mengapresiasi komitmen para kepala sekolah dan pengawas. Mereka terus membangun sinergi dalam mendukung program penanganan ATS. Namun, ia mengakui proses penginputan dan validasi data ATS masih berjalan lambat dan belum mencapai target.

Baca Juga: SPMB SMKN 1 Lingsar Buka 500 Kursi Jalur Rapor, Peluang Terbesar Calon Siswa Baru

Menurutnya, data ATS yang akurat menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan dan langkah strategis untuk menekan angka ATS di Lobar. Tanpa data yang valid, upaya intervensi dan penanganan di lapangan tidak akan berjalan maksimal.

“Semakin sering kita berkoordinasi dan menunjukkan kolaborasi seperti yang dilakukan saat ini, maka pola penanganan yang direncanakan akan semakin terlihat. Meskipun belum ideal, berbagai kekurangan dapat ditutupi melalui eksekusi yang baik dan pelaksanaan komitmen secara bersama-sama,” ujar Haeruddin.

Ia menegaskan, penanganan ATS tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Butuh kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan. Sehingga setiap anak yang belum mengakses pendidikan dapat segera terdata dan mendapatkan solusi yang tepat.

Baca Juga: Tari Jaran Girang Antar SDN 44 Ampenan Raih Juara Tiga FLS3N Kota Mataram

Karena itu, pengawas sekolah dan kepala sekolah diminta mempercepat validasi serta penginputan data ATS di wilayah masing-masing. Langkah itu menjadi bagian penting untuk memastikan program penanganan ATS berjalan efektif dan tepat sasaran.

Haeruddin memaparkan, rapat koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lobar dalam menekan angka ATS. Sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah.

Ia berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena belum terdata atau belum tersentuh program pendidikan.

Baca Juga: Mulai Tahun Ajaran Baru, Nama Sekolah di Kota Mataram Resmi Berubah

Melalui penguatan koordinasi, validasi data yang akurat, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, penanganan ATS di Lobar diharapkan semakin optimal. Dengan demikian, seluruh anak dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Editor : Kimda Farida
#ATS Lombok Barat #Penanganan Anak Tidak Sekolah #Dikbud Lombok Barat #Anak Tidak Sekolah ATS #anak tidak sekolah