Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penerimaan Mahasiswa Baru, Gerbang Menjaga Integritas Kampus

Jay • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:48 WIB
Prof Sitti Hilyana
Prof Sitti Hilyana

 

LombokPost- Proses penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar agenda tahunan perguruan tinggi. Lebih dari itu, penerimaan mahasiswa baru menjadi pintu pertama yang menentukan kualitas mahasiswa.

Proses ini juga menjadi ukuran integritas kampus dalam menjalankan tata kelola pendidikan tinggi yang transparan dan berkeadilan.

Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa mengikuti berbagai jalur seleksi. Mereka membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Di balik setiap pendaftar, ada perjuangan orang tua, dukungan keluarga, dan kepercayaan masyarakat. Pendidikan dipandang sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Karena itu, proses penerimaan mahasiswa baru tidak bisa dipandang hanya sebagai kegiatan administratif.

Tahapan seleksi menjadi cerminan kredibilitas, reputasi, dan integritas kampus. Terutama dalam memastikan setiap kursi pendidikan diberikan kepada mereka yang memenuhi kualifikasi berdasarkan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Siswi SMPN 15 Mataram Raih Juara Dua Putri Kartini NTB, Ungguli Peserta yang Lebih Senior

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mataram (Unram) Prof Sitti Hilyana menegaskan, integritas dalam penerimaan mahasiswa baru merupakan amanah moral yang harus dijaga seluruh perguruan tinggi.

Menurutnya, setiap calon mahasiswa harus memperoleh kesempatan yang sama tanpa dipengaruhi latar belakang sosial, ekonomi, kedekatan, maupun faktor nonakademik lainnya.

Prinsip keadilan dan transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.

“Masyarakat berhak mendapatkan kepastian bahwa setiap kursi yang tersedia diberikan melalui mekanisme yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada ruang bagi praktik titip-menitip, intervensi kepentingan, maupun perlakuan istimewa yang bertentangan dengan aturan,” ujarnya.

Baca Juga: SMAN 7 Mataram dan SMAN 1 Lingsar Jadi Prioritas, Rehabilitasi Bangunan SMA Segera Dimulai

Sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di NTB, Unram memiliki tanggung jawab besar menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurut Prof Hilyana, kepercayaan itu hanya dapat dipertahankan apabila seluruh proses akademik dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan konsisten terhadap regulasi. Terutama dalam penerimaan mahasiswa baru.

Untuk itu, Unram terus memperkuat sistem penerimaan mahasiswa baru berbasis teknologi dan mudah diawasi publik. Transparansi, kata dia, harus menjadi budaya kerja dalam setiap tahapan seleksi.

“Oleh sebab itu, komitmen kami adalah memperkuat sistem penerimaan mahasiswa baru yang semakin akuntabel, berbasis teknologi, mudah diawasi, dan dapat diakses informasinya oleh publik. Transparansi harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Baca Juga: Unram Jadi Tuan Rumah Forum Internasional, Dorong Inovasi Ekonomi Biru Berkelanjutan

Prof Hilyana menilai, integritas kampus yang dijaga sejak proses penerimaan mahasiswa baru akan berdampak langsung terhadap kualitas lulusan di masa depan.

Sulit membangun budaya akademik yang menjunjung kejujuran apabila sejak awal ada toleransi terhadap praktik yang mengabaikan aturan.

Sebaliknya, mahasiswa yang diterima melalui proses yang adil akan belajar sejak awal bahwa prestasi, kompetensi, dan kerja keras menjadi nilai utama dalam lingkungan akademik.

Ia menegaskan, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan.

Kampus juga menjadi tempat pembentukan karakter dan pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Karena itu, kejujuran, keadilan, dan integritas kampus harus tercermin dalam setiap kebijakan.

“Saya percaya Unram akan semakin kuat dan dipercaya apabila seluruh sivitas akademika bersama-sama menjaga marwah institusi. Tidak ada keberhasilan yang lebih membanggakan selain melihat setiap mahasiswa diterima karena kemampuannya dan setiap keputusan lahir dari prinsip keadilan,” katanya.

Baca Juga: SPMB Kota Mataram 2026 Dibuka, Catat Jadwal Pendaftaran TK, SD, dan SMP Negeri

Pada akhirnya, lanjutnya, kualitas sebuah universitas tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa, kemegahan fasilitas, atau capaian peringkat.

Kualitas sejati tercermin dari kemampuan menjaga integritas kampus. Komitmen itu harus dimulai dari gerbang pertama, yakni penerimaan mahasiswa baru yang bersih, transparan, dan berkeadilan.

Editor : Kimda Farida
#Integritas kampus #Seleksi mahasiswa baru #Unram #Universitas Mataram #Penerimaan mahasiswa Baru