Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MTsN 2 Lombok Barat Perkuat Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta

Jay • Rabu, 24 Juni 2026 | 09:26 WIB
WORKSHOP: Para guru MTsN 2 Lobar melaksanakan workshop pengembangan keprofesian guru bertema Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran di RM Sukma Rasa, Senin (22/6).
WORKSHOP: Para guru MTsN 2 Lobar melaksanakan workshop pengembangan keprofesian guru bertema Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran di RM Sukma Rasa, Senin (22/6).

 

LombokPost - MTsN 2 Lombok Barat (Lobar) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru dan penerapan deep learning dalam proses pembelajaran. Upaya itu diwujudkan melalui workshop pengembangan keprofesian guru bertema Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran.

Workshop bertujuan memperkuat kompetensi guru. Mulai dari kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, hingga sosial. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pemenuhan pengembangan diri minimal 30 jam pelajaran (JP) sebagai syarat dalam sistem Simpatika untuk sertifikasi guru.

Kepala Kantor Kemenag Lombok Barat Muliadi mengapresiasi berbagai capaian MTsN 2 Lobar yang selama ini aktif menorehkan prestasi dan membangun citra positif melalui publikasi di media massa.

Baca Juga: DKV dan TSM Jadi Primadona, SMKN 5 Mataram Tambah Kuota Siswa Baru

Menurutnya, guru harus terus meningkatkan kapasitas diri seiring perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi dan media sosial secara positif menjadi salah satu sarana penting untuk mendukung peningkatan kompetensi guru di era digital.

“Tanamkan rasa cinta kepada tugas kita. Jika kita mencintai tugas dan pengabdian ini, maka apa pun yang terjadi kita tidak akan merasa lelah. Jadikan tugas sebagai panggilan pengabdian, bukan beban,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Lombok Barat Abdul Azis Faradi menjelaskan, pelatihan ini dirancang menggunakan metode In-On. Yakni kombinasi teori dan praktik langsung di kelas. Model ini diharapkan mampu memperkuat implementasi deep learning yang kini menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang terus didorong di lingkungan madrasah.

Baca Juga: SPMB Mataram 2026 Diprediksi Diikuti 6 Ribu Calon Siswa SMP Negeri

Menurutnya, konsep deep learning menempatkan guru sebagai pembelajar sepanjang hayat atau lifelong learner. Guru diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan relevan bagi peserta didik.

Pendekatan ini terdiri atas tiga komponen utama. Pertama, mindful learning, yakni membangun kesadaran penuh antara guru dan siswa dalam proses transformasi ilmu pengetahuan. Kedua, meaningful learning, yakni menghubungkan teori dengan praktik kehidupan sehari-hari agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

“Misalnya siswa tidak hanya menghafal syarat wudhu, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Azis.

Baca Juga: Dikpora NTB Genjot Akreditasi Sekolah, Ratusan SMK dan SLB di Lombok Akan Dapat Pendampingan Khusus

Komponen ketiga, enjoyful learning. Konsep ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa merasa nyaman, mencintai proses belajar, serta memiliki kedekatan positif dengan guru dan mata pelajaran.

Penerapan deep learning di MTsN 2 Lobar juga dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan pembentukan karakter peserta didik. Kurikulum ini dibangun melalui lima pilar utama yang dikenal sebagai Panca Cinta.

Kelima pilar itu meliputi cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta diri sendiri, cinta sesama, serta cinta tanah air. Implementasinya dilakukan melalui berbagai kegiatan pembelajaran, pembiasaan karakter, upacara bendera, Pramuka, hingga kegiatan ekstrakurikuler.

Baca Juga: Siswi SMPN 2 Mataram Juara 1 O2SN Pencak Silat, Siap Wakili Kota Mataram ke Provinsi

Menurut Azis, kolaborasi antara deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik. Namun, juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial yang tinggi.

Editor : Prihadi Zoldic
#Kemenag Lombok Barat #kompetensi guru #Deep Learning #Kurikulum Berbasis Cinta #MTsN 2 Lombok Barat