LombokPost- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Mataram 2026 sempat diwarnai kendala teknis. Sejumlah orang tua dan calon peserta didik kesulitan menyelesaikan proses pendaftaran. Gangguan pada aplikasi SPMB terjadi akibat masalah sinkronisasi koordinat alamat pada fitur peta digital yang digunakan dalam sistem pendaftaran daring.
Kendala SPMB paling banyak dikeluhkan pendaftar jalur prestasi. Khususnya peserta dari luar Kota Mataram. Saat mengisi data alamat, sistem tidak mampu membaca lokasi secara otomatis. Akibatnya, proses pendaftaran berulang kali kembali ke halaman awal.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, gangguan muncul pada fitur pemetaan yang terhubung dengan data kependudukan. Dalam proses SPMB jalur prestasi, setiap calon peserta wajib mengisi alamat secara lengkap sesuai data pada Kartu Keluarga (KK). Tujuannya, agar sistem dapat membaca titik koordinat lokasi secara akurat.
Baca Juga: SPMB SMPN 23 Mataram Mulai Bergerak, Program Tahfiz Jadi Magnet Calon Siswa
Namun di lapangan, banyak pendaftar hanya mencantumkan nama lingkungan atau wilayah tempat tinggal tanpa detail alamat lengkap. Akibatnya, sistem gagal melakukan sinkronisasi peta dan data pendaftaran tidak dapat diproses lebih lanjut.
Kondisi itu menyebabkan antrean data pendaftar menumpuk di server. Bahkan, penyedia aplikasi SPMB harus melakukan penyesuaian dan perbaikan sistem karena banyak data tertahan akibat kegagalan pembacaan koordinat alamat.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Mataram Syarafudin menjelaskan, meskipun SPMB jalur prestasi lebih menitikberatkan pada nilai rapor dan dokumen prestasi, sistem tetap membutuhkan data alamat lengkap untuk kebutuhan verifikasi administrasi.
Baca Juga: SMPN 15 Mataram Wajibkan Orang Tua Hadir Saat Ambil Rapor, Perkuat Sinergi Pengawasan Anak
“Kalau jalur prestasi sebenarnya yang dilihat adalah nilai dan prestasi siswa. Tetapi sistem tetap meminta data lengkap dari KK untuk pengambilan koordinat map,” ujarnya, Senin (22/6).
Setelah dilakukan pemeliharaan oleh tim teknis, aplikasi SPMB kembali beroperasi normal. Dinas Pendidikan bersama sekolah dan penyedia aplikasi terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan lancar.
“Sekarang semuanya sudah normal,” tegasnya.
Baca Juga: SPMB SMAN 3 Mataram Membludak, 333 Pendaftar Rebut 148 Kursi Jalur Prestasi
Sementara itu, Kasi Peserta Didik Dikdas Disdik Kota Mataram Ahmad Rifai mengakui sempat terjadi hambatan teknis pada fitur navigasi peta dalam sistem SPMB Kota Mataram. Namun, persoalan itu telah diatasi dalam waktu singkat setelah tim pengembang melakukan pembaruan sistem.
Menurutnya, kendala paling banyak terjadi pada pendaftar yang berdomisili di luar Kota Mataram atau berada di lokasi cukup jauh dari pusat kota. Pada beberapa kasus, sistem kesulitan mendeteksi titik koordinat karena alamat yang dimasukkan tidak lengkap.
“Memang tadi ada sedikit yang di aplikasinya kurang pas, tetapi tim pengembang sudah memperbaiki semuanya. InsyaAllah untuk sekarang dan besok SPMB berjalan lancar,” katanya.
Baca Juga: Dikpora NTB Genjot Akreditasi Sekolah, Ratusan SMK dan SLB di Lombok Akan Dapat Pendampingan Khusus
Sebagai langkah antisipasi, pengembang meminta seluruh pendaftar memastikan alamat yang dimasukkan pada aplikasi SPMB ditulis secara detail dan sesuai data kependudukan. Jika sistem masih kesulitan membaca lokasi, pendaftar dapat memasukkan titik koordinat secara manual agar proses sinkronisasi lebih cepat.
Editor : Prihadi Zoldic