Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KCD NTB: Tak Ada Lagi Sekolah Favorit, Kualitas SMA dan SMK Sudah Merata

Jay • Rabu, 24 Juni 2026 | 08:58 WIB
TUNGGU JEMPUTAN: Dua orang siswa saat menunggu jemputan di salah satu sekolah yang dianggap favorit di Kota Mataram, belum lama ini.
TUNGGU JEMPUTAN: Dua orang siswa saat menunggu jemputan di salah satu sekolah yang dianggap favorit di Kota Mataram, belum lama ini.

 

LombokPost - Polemik sekolah favorit di NTB kembali mencuat dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Di tengah masih ada sekolah yang kelebihan peminat dan sekolah lain kekurangan murid, Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (KCD Disdikpora) Wilayah I menegaskan kualitas seluruh SMA, SMK, dan SLB di NTB saat ini sudah setara.

Kepala KCD Disdikpora Wilayah I Purni Susanto mengatakan, persoalan utama dalam SPMB bukan lagi terletak pada sistem maupun kualitas sekolah. Masalahnya justru pada pola pikir masyarakat yang masih menganggap ada sekolah favorit dan sekolah kurang diminati di NTB.

Menurutnya, stigma itu memicu konsentrasi pendaftar pada sekolah tertentu. Akibatnya, terjadi ketimpangan jumlah siswa setiap tahun. Sebagian sekolah mengalami kelebihan pendaftar, sementara sekolah lain kesulitan memenuhi kuota peserta didik baru.

Baca Juga: Siswi SMPN 2 Mataram Juara 1 O2SN Pencak Silat, Siap Wakili Kota Mataram ke Provinsi

Purni menegaskan, kondisi pendidikan di NTB saat ini telah banyak berubah. Pemprov NTB terus melakukan pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana, serta penguatan sistem pembelajaran di seluruh sekolah.

Karena itu, masyarakat diminta tidak lagi terjebak pada anggapan adanya sekolah favorit di NTB. Menurutnya, kualitas guru, fasilitas pendidikan, hingga layanan pembelajaran di SMA, SMK, dan SLB negeri saat ini sudah memiliki standar yang relatif sama.

“Yang paling penting itu masyarakat menyadari ketika pada jalur resmi yang dibuka Dikpora anaknya tidak diterima, maka sebaiknya mendaftarkan ke sekolah yang masih memiliki kuota. Karena sekolah-sekolah itu kualitasnya bagus, guru-gurunya bagus, dan sarananya juga bagus,” ujarnya.

Baca Juga: SMPN 15 Mataram Wajibkan Orang Tua Hadir Saat Ambil Rapor, Perkuat Sinergi Pengawasan Anak

Ia menilai keberhasilan siswa tidak ditentukan nama besar sekolah semata. Faktor paling menentukan tetap berada pada kemampuan, kemauan belajar, serta kerja keras peserta didik selama menempuh pendidikan.

Purni mencontohkan banyak lulusan yang berhasil diterima di perguruan tinggi ternama berasal dari sekolah yang selama ini tidak masuk kategori favorit. Hal itu membuktikan peluang meraih prestasi akademik terbuka bagi semua siswa tanpa memandang asal sekolah.

“Kita melihat mereka yang diterima di perguruan tinggi ternama tidak hanya berasal dari sekolah favorit. Dari sekolah biasa pun, kalau siswanya berprestasi, mumpuni, dan memiliki kompetensi, peluangnya sama untuk diterima di perguruan tinggi favorit,” terangnya.

Baca Juga: Dikpora NTB Genjot Akreditasi Sekolah, Ratusan SMK dan SLB di Lombok Akan Dapat Pendampingan Khusus

Untuk mengatasi ketimpangan jumlah siswa pada SPMB, KCD Disdikpora bersama Dinas Pendidikan terus menyiapkan berbagai langkah intervensi. Salah satunya dengan mengarahkan calon siswa yang tidak lolos di sekolah pilihan pertama menuju sekolah terdekat yang masih memiliki kuota.

Langkah itu dilakukan agar distribusi peserta didik lebih merata dan tidak terjadi penumpukan pada sekolah tertentu. Upaya ini juga diharapkan dapat menghapus stigma sekolah favorit di NTB yang selama ini menjadi salah satu penyebab sekolah kekurangan murid.

“Kami setiap tahun melakukan intervensi. Siswa yang tidak lulus pada jalur terakhir, baik zonasi maupun domisili, akan diarahkan ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota kosong,” pungkasnya.

Editor : Prihadi Zoldic
#Sekolah favorit di NTB #KCD Disdikpora NTB #SMA negeri NTB #SMK negeri NTB #SPMB 2026