Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keamanan Siber NTB Diperkuat, BSSN Daftarkan 6 Tim Tanggap Insiden dan Bidik Unram Jadi Pusat Unggulan

Jay • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:49 WIB
PERKUAT KEAMANAN SIBER: Rektor Unram Prof Sukardi (paling kiri) bersama kepala daerah kabupaten/kota di NTB memperkuat keamanan siber NTB dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman digital yang semakin kompleks pada Bimtek di Unram.
PERKUAT KEAMANAN SIBER: Rektor Unram Prof Sukardi (paling kiri) bersama kepala daerah kabupaten/kota di NTB memperkuat keamanan siber NTB dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman digital yang semakin kompleks pada Bimtek di Unram.

 

LombokPost- Penguatan keamanan siber NTB menjadi fokus utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kolaborasi Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Lintas Sektor yang digelar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Universitas Mataram (Unram). Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan sektor swasta.

Bimtek itu digelar untuk memperkuat keamanan siber NTB. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman digital yang semakin kompleks.

Kegiatan itu dihadiri Kepala BSSN Nugroho S. Budi, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Rektor Unram Prof Sukardi, serta para kepala daerah dan pengelola teknologi informasi dari berbagai institusi di NTB.

Baca Juga: KCD NTB: Tak Ada Lagi Sekolah Favorit, Kualitas SMA dan SMK Sudah Merata

Dalam kesempatan itu, Kepala BSSN menyerahkan enam Surat Tanda Registrasi (STR) Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS). STR TTIS diserahkan kepada Unram, Pemerintah Kabupaten Bima, Pemerintah Kabupaten Dompu, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Penyerahan STR menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan siber NTB. Penguatan itu dilakukan melalui pembentukan tim yang terintegrasi dengan ekosistem penanganan insiden siber nasional.

Kehadiran TTIS di berbagai institusi diharapkan mampu mempercepat respons terhadap serangan siber. Sekaligus meminimalkan dampak gangguan terhadap layanan publik.

Baca Juga: Juarai Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Tingkat Provinsi, SMAN 1 Mataram Wakili NTB Menuju Nasional

BSSN juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi NTB. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan NTB menjadi provinsi ke-13 di Indonesia yang menuntaskan pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber sektor pemerintahan di seluruh kabupaten dan kota pada 2026.

Kepala BSSN Nugroho S. Budi menegaskan, transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem keamanan informasi. Menurutnya, ancaman di ruang digital terus berkembang sehingga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Acara hari ini sangat luar biasa karena membuktikan komitmen Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, hingga rumah sakit dalam memperkuat keamanan siber,” ujarnya.

Baca Juga: Siswa SMPN 2 Mataram Raih Medali Perunggu HKISO di Singapura

Ia menambahkan, kolaborasi menjadi kunci utama untuk menjaga sistem digital tetap aman dan terpercaya.

“BSSN, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, serta perguruan tinggi harus terus berkolaborasi mengamankan sistem, melindungi data, dan menjaga kepercayaan publik demi mewujudkan ruang siber yang nyaman karena aman,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam pengembangan ekosistem keamanan siber NTB. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat penelitian, tetapi juga berperan mencetak talenta digital yang dibutuhkan pada masa depan.

Baca Juga: SPMB Mataram 2026 Diprediksi Diikuti 6 Ribu Calon Siswa SMP Negeri

“Perguruan tinggi adalah talent pipeline sekaligus mitra riset dalam penguatan keamanan siber,” katanya.

Menurut Sulistyo, Unram memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat unggulan keamanan siber atau Cyber Security Center of Excellence di kawasan Indonesia timur. Karena itu, BSSN terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan, simulasi serangan siber atau cyber drill exercise, hingga sertifikasi kompetensi.

Ia menjelaskan, Tim Tanggap Insiden Siber atau CSIRT harus bekerja berkelanjutan melalui tiga tahapan utama. Yakni pra-insiden, saat insiden, dan pasca-insiden. Tahapan ini mencakup identifikasi risiko, penanganan serangan, hingga evaluasi dan pembelajaran untuk meningkatkan ketahanan sistem.

Baca Juga: Ombudsman NTB Dorong TKA Jadi Acuan Utama Jalur Prestasi SPMB SMA

Melalui kegiatan ini, Sulistyo berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan sektor swasta semakin kuat. Dengan sinergi yang terbangun, upaya memperkuat keamanan siber NTB dapat berjalan lebih optimal. Tujuannya mendukung layanan digital yang aman, andal, dan terpercaya bagi masyarakat.

Penguatan keamanan siber NTB juga menjadi fondasi penting untuk mendukung percepatan transformasi digital daerah. Semakin kuat sistem keamanan yang dibangun, semakin besar pula kepercayaan publik terhadap layanan digital yang disediakan pemerintah dan berbagai institusi di NTB.

Editor : Pujo Nugroho
#keamanan siber NTB #Tim Tanggap Insiden Siber #Unram #bssn #Universitas Mataram