LombokPost- Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD dan SMP di Kota Mataram dipastikan berlangsung dengan pengawasan ketat dari tenaga pendidik.
Kebijakan ini diterapkan agar bullying dan berbagai bentuk kekerasan fisik maupun verbal dapat dicegah sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan sekolah.
MPLS jenjang SD dan SMP di Kota Mataram dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli.
Selama MPLS, guru akan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Sehingga orientasi siswa baru berjalan sesuai tujuan pendidikan, bukan sekadar seremonial.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Syarafudin menegaskan, pelaksanaan MPLS tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada pengurus OSIS.
Menurutnya, keterlibatan guru menjadi bagian penting untuk mengantisipasi potensi bullying maupun tindakan yang menyimpang dari ketentuan pelaksanaan MPLS.
Baca Juga: SMKN 1 Lingsar Beri Reward Siswa Berprestasi, Dorong Semangat Raih Prestasi Akademik dan Nonakademik
"Pada MPLS nanti guru akan mendampingi para OSIS," ujarnya.
Ia menjelaskan, pendampingan guru diperlukan karena interaksi antarsiswa baru maupun dengan kakak kelas berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak diawasi.
Kehadiran tenaga pendidik diharapkan mampu memastikan seluruh kegiatan berjalan edukatif, aman, dan sesuai prosedur.
Menurut Syarafudin, MPLS harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah dan memahami budaya sekolah. Juga membangun hubungan positif dengan teman sebaya, sekaligus memperoleh edukasi mengenai pencegahan bullying.
Baca Juga: Disdik Mataram Dorong TKA Jadi Syarat Wajib Masuk SMA
Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian sosial dan tidak menjadi pelaku perundungan.
Karena itu, materi mengenai penghormatan terhadap sesama, toleransi, dan sikap saling menghargai harus menjadi bagian penting selama MPLS berlangsung.
"Jangan sampai terjadi bullying maupun tindak kekerasan. Itu yang diterapkan pada MPLS di semua sekolah," tegasnya.
Selain pengenalan lingkungan sekolah, Disdik Kota Mataram juga meminta seluruh satuan pendidikan memanfaatkan MPLS untuk menanamkan kebiasaan positif kepada siswa baru.
Salah satunya melalui penyampaian materi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter.
Baca Juga: Lolos OSN 2026 Tingkat NTB, Siswa MAN 2 Mataram Siap Harumkan Nama Madrasah di Bidang Ekonomi
"Kami ingin sekolah melaksanakan kegiatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat," katanya.
Editor : Kimda Farida