Ajakan tersebut disampaikan Mohan menjelang dimulainya tahun ajaran baru di Kota Mataram.
Ia menilai momentum hari pertama sekolah merupakan fase penting bagi anak, terutama bagi mereka yang memasuki lingkungan pendidikan baru dan membutuhkan dukungan penuh dari keluarga.
Dalam pesan video yang beredar di media sosial, Mohan menegaskan, bahwa kehadiran seorang ayah memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar mengantar dan menjemput anak.
Baca Juga: SMPN 10 Mataram Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah, Siapkan Prosesi Ijab Kabul untuk Siswa Baru
"Kehadiran ayah bukan sekadar mengantar, tetapi juga memberikan semangat, rasa percaya diri, dan kasih sayang," ujarnya.
Menurut Mohan, perhatian sederhana yang diberikan ayah pada pagi hari akan menjadi pengalaman emosional yang membekas bagi anak.
Kehadiran orang tua, terutama ayah, diyakini mampu membuat anak merasa lebih tenang, nyaman, dan siap menjalani aktivitas belajar di sekolah.
Karena itu, melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, ia berharap para ayah dapat menyempatkan waktu ditengah kesibukan pekerjaan untuk mendampingi putra-putrinya pada hari pertama sekolah.
Langkah sederhana tersebut dinilai sebagai investasi penting dalam membangun karakter, kedekatan keluarga, dan motivasi belajar anak.
Baca Juga: Daftar Ulang SPMB SMPN 4 Mataram Capai 318 Siswa, Kurang Dua untuk Penuhi Standar Kemendikdasmen
Mohan juga mengajak seluruh masyarakat Kota Mataram menyukseskan gerakan tersebut secara serentak. Semakin banyak ayah yang hadir mendampingi anaknya, semakin kuat pula pesan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.
Ia optimis Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah akan menciptakan suasana hari pertama sekolah yang lebih hangat, penuh semangat, dan memberikan pengalaman positif bagi para siswa yang memulai perjalanan pendidikan mereka.
"Mari sukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di hari pertama sekolah," tutup Mohan.
Editor : Kimda Farida