LombokPost- SMPN 10 Mataram mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini dengan cara berbeda. Sekolah menggelar akad penyerahan siswa dari orang tua kepada pihak sekolah sebagai simbol dimulainya sinergi pendidikan antara keluarga dan tenaga pendidik.
Prosesi akad dilakukan orang tua secara simbolis menyerahkan amanah pendidikan anak kepada sekolah. Sementara guru menerima amanah itu dengan komitmen mendampingi, membina, dan mengembangkan potensi setiap siswa.
Kepala SMPN 10 Mataram Chamim Tohari mengatakan, kegiatan itu menjadi langkah awal membangun sinergi pendidikan yang kuat sejak siswa memasuki lingkungan sekolah.
Baca Juga: Buka MPLS SMAN 9 Mataram, Kepala Dinas Dikbud NTB Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Anti-Perundungan
Menurutnya, seluruh calon peserta didik bersama orang tua telah mengikuti rangkaian pra-kegiatan sebelum MPLS. Kegiatannya meliputi Senam Indonesia Ceria, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga pembagian sepuluh gugus sebagai dasar pembentukan kelas.
”Kami ingin membangun sinergi pendidikan yang kuat sejak awal. Perlu ada keterlibatan orang tua secara serius untuk mengembangkan potensi anak-anak didik kita,” ujarnya.
Chamim menjelaskan, guru-guru SMPN 10 Mataram terus meningkatkan kompetensi. Langkah itu untuk mendampingi perkembangan siswa sesuai bakat dan potensinya.
Namun, keberhasilan pembinaan tidak akan optimal tanpa dukungan konsisten dari keluarga. Karena itu, akad penyerahan siswa menjadi simbol kesepakatan antara sekolah dan orang tua untuk menjalankan proses pendidikan secara kolaboratif.
Dalam prosesi itu, orang tua menyerahkan putra-putrinya kepada sekolah. Wali gugus atau wali kelas menerima amanah sebagai bentuk komitmen mendidik siswa sesuai aturan sekolah. Mereka juga berkomitmen mengembangkan karakter dan prestasi siswa.
”Setelah akad penyerahan siswa ini, kedua belah pihak resmi bekerja sama. Harapannya, dalam proses pembinaan ke depan, sinergi pendidikan ini mampu mendukung prestasi sekaligus pembentukan karakter siswa yang baik,” jelasnya.
Baca Juga: MPLS SMAN 4 Mataram Libatkan BNN, 324 Siswa Baru Dibekali Edukasi Bahaya Narkoba
Pada hari pertama MPLS, seluruh siswa juga diajak menanamkan tekad berprestasi sejak awal menempuh pendidikan di jenjang SMP. Sekolah optimistis fasilitas pembelajaran dan tenaga pendidik mampu mendukung lahirnya generasi unggul.
Chamim berharap tidak ada lagi sekat antara sekolah dan orang tua. Komunikasi yang terbangun secara intensif diharapkan mendukung pengawasan bersama terhadap perkembangan akademik dan karakter siswa.
”Kami berharap tidak ada lagi jarak antara sekolah dan wali murid sehingga pengawasan terhadap karakter siswa dapat dilakukan secara kolaboratif,” pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita