Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Riset Gaharu Unram 30 Tahun, Dari Senaru Lahir Model Konservasi Hutan Berkelas Dunia

Jay • Rabu, 15 Juli 2026 | 15:28 WIB
RISET GAHARU: Unram membangun konservasi gaharu, pemberdayaan masyarakat, serta pendidikan lapangan yang menjadikan KHDTK Senaru sebagai laboratorium hidup.
RISET GAHARU: Unram membangun konservasi gaharu, pemberdayaan masyarakat, serta pendidikan lapangan yang menjadikan KHDTK Senaru sebagai laboratorium hidup.

 

LombokPost- Riset gaharu Universitas Mataram (Unram) telah berlangsung hampir tiga dekade. Riset itu kini berkembang menjadi salah satu model pengelolaan hutan berbasis ilmu pengetahuan di Indonesia.

Melalui Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru, Prof Tri Mulyaningsih tidak hanya mengembangkan inovasi ilmiah. Ia juga membangun konservasi gaharu, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan lapangan yang menjadikan hutan sebagai laboratorium hidup.

Perjalanan panjang riset gaharu Unram berawal pada 1995. Saat itu, almarhum Dr Parman berdiskusi dengan Kepala Kantor Wilayah Kehutanan NTB almarhum Ir Mursidin.

Baca Juga: SMPN 10 Mataram Gelar Akad Penyerahan Siswa, Awali MPLS dengan Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah

Diskusi itu melahirkan gagasan untuk memahami proses terbentuknya resin gaharu secara ilmiah. Mereka juga mencari cara agar pemanfaatan gaharu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak kelestarian hutan.

Setahun kemudian, NTB menjadi tuan rumah Temu Gaharu se-Indonesia.

Forum itu mempertemukan akademisi, pemerintah, praktisi kehutanan, dan masyarakat. Mereka menyusun arah pengembangan gaharu nasional yang berkelanjutan.

Forum itu juga melahirkan gagasan menjadikan KHDTK Unram di Senaru sebagai pusat pengembangan gaharu nasional.

Baca Juga: MPLS tanpa Bullying Jadi Komitmen Mataram, Mohan Roliskana Ajak Ayah Antar Anak Sekolah

Bagi Prof Tri Mulyaningsih, KHDTK Senaru bukan sekadar kawasan hutan.

Tempat itu berkembang menjadi ruang belajar terbuka yang mempertemukan pendidikan, penelitian, konservasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruhnya berada dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Selama hampir 30 tahun, Prof Tri meneliti berbagai aspek tanaman gaharu.

Penelitian mencakup karakter morfologi, anatomi batang, kandungan fitokimia, hingga potensi bioaktifnya sebagai sumber senyawa antibakteri.

Riset itu terus berkembang menjadi berbagai inovasi. Di antaranya, teknik induksi pembentukan resin sejak fase bibit dan kultur jaringan untuk menghasilkan senyawa aromatik secara in vitro.

Prof Tri juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan melalui electronic nose untuk mengklasifikasikan kualitas gaharu secara lebih objektif.

Baca Juga: Budi Daya Cabai Masuk MPLS, Gubernur NTB Siapkan Generasi Wirausaha Muda dari Sekolah

Namun, bagi Prof Tri, keberhasilan riset gaharu Unram tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Penelitian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, berbagai hasil riset terus dihilirkan melalui pelatihan budi daya gaharu dan teknologi inokulasi. Hilirisasi juga mencakup pendampingan sistem wanatani dan revitalisasi KHDTK Senaru sebagai pusat konservasi dan pembelajaran.

Di kawasan itu, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah. Mereka terlibat langsung dalam penanaman, penyulaman, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian gulma. Mahasiswa juga menerapkan biofertilizer hasil pengayaan mikroba atau Pupuk Gaharu Hayati (PUGATI).

Baca Juga: Kiagus Ahza Lolos OSN Kimia, MAN 2 Mataram Kembali Cetak Wakil NTB di Olimpiade Sains Nasional

Masyarakat sekitar pun menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hutan. Mereka sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan gaharu.

Hasilnya mulai terlihat. Pada 2025, sebanyak 2.070 pohon gaharu berhasil ditanam di KHDTK Senaru. Tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 95 persen.

Program itu berlanjut pada 2026 melalui penanaman tambahan sebanyak 2.125 bibit. Penanaman itu bertujuan memperkuat kawasan budidaya sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.

Bagi Prof Tri, setiap pohon yang tumbuh bukan sekadar angka keberhasilan penanaman.

Di baliknya terdapat harapan agar hutan tetap lestari dan masyarakat memperoleh kesejahteraan.

Generasi muda juga diharapkan memahami bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan konservasi alam.

Baca Juga: MPLS Tanpa Perundungan Jadi Prioritas, Wali Kota Mataram Dorong Gerakan Ayah Hadir di Sekolah

Komitmen itu membawa riset gaharu Unram melampaui batas Indonesia. Prof Tri menjalin kolaborasi dengan Université Côte d'Azur, Prancis, serta Center for Southeast Asian Studies Kyoto University, Jepang.

Kerja sama internasional itu memperkuat riset dan memperluas pertukaran pengetahuan. Kolaborasi itu juga meningkatkan posisi Universitas Mataram dalam pengembangan sumber daya hutan tropis berkelanjutan.

Meski menghasilkan berbagai publikasi ilmiah dan jejaring internasional, Prof Tri menilai pencapaian terbesar bukan jumlah karya ilmiah yang diterbitkan.

Baca Juga: Rehabilitasi SMAN 4 Mataram, Enam Kelas Ditutup, Siswa Jalani Belajar Daring

“Warisan sesungguhnya adalah model pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu hidup bersama masyarakat melalui KHDTK Senaru sebagai living laboratory,” ujarnya.

Di kawasan itu, pendidikan, penelitian, inovasi teknologi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat berjalan dalam satu sistem yang saling menguatkan. Model ini juga menjadi kelanjutan cita-cita almarhum Dr Parman yang merintis penelitian gaharu di NTB.

Setelah Dr Parman wafat pada 2007, Prof Tri melanjutkan perjuangan itu, agar penelitian gaharu terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Akselerasi Mutu Pendidikan, SMAN 9 Mataram Gelar Bimtek Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM dan AI

Kini, riset gaharu Unram tidak hanya melahirkan ribuan pohon baru di KHDTK Senaru.

Riset itu juga menjadi contoh bagaimana ilmu pengetahuan mampu menjaga kelestarian alam dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Upaya itu sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Dari Senaru, Unram menunjukkan keberhasilan seorang profesor bukan hanya diukur dari banyaknya publikasi, melainkan dari sejauh mana ilmu yang dibangun mampu menumbuhkan kehidupan dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Riset gaharu Unram KHDTK Senaru Prof Tri Mulyaningsih Gaharu NTB Universitas Mataram