LombokPost- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMPN 17 Mataram tahun ajaran 2026/2027 mengusung penguatan pendidikan karakter dan komitmen mewujudkan sekolah bebas perundungan. Sekolah membatasi keterlibatan pengurus OSIS hanya sebagai pendamping kegiatan.
Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati mengatakan, pengurus OSIS hanya bertugas membantu komunikasi antara panitia dan murid baru. Mereka juga harus memberikan teladan melalui sikap, perilaku, dan tutur kata yang baik.
“Kami ingin memastikan sejak hari pertama sekolah, seluruh murid baru merasakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” ujarnya.
Baca Juga: Lapangan Basket SMPN 17 Mataram Rampung, Siap Cetak Atlet Muda Berprestasi
Menurut Hartati, kebijakan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya sekolah ramah anak. Sekolah juga ingin menghilangkan praktik senioritas yang berpotensi memicu intimidasi terhadap murid baru.
Untuk memperkuat perlindungan siswa, sekolah melibatkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dalam MPLS. Tim itu telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan murid.
“Kehadiran TPPK sekolah berfungsi memproses setiap indikasi kekerasan, termasuk perundungan verbal seperti saling mengejek nama orang tua yang masih kerap ditemukan di lingkungan sekolah,” kata Hartati.
Ia menjelaskan, meskipun kasus yang muncul relatif ringan, sekolah tetap menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat. Langkah itu untuk mencegah kasus berkembang menjadi persoalan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis siswa.
Sekolah juga merangkaikan MPLS dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (Gamas) yang diinisiasi Pemerintah Kota Mataram. Program itu bertujuan membangun kedekatan emosional antara orang tua, khususnya ayah, dan anak pada hari pertama masuk sekolah.
“Dengan sinergi antara TPPK sekolah, peran aktif orang tua melalui Gamas, serta pengawasan terhadap keterlibatan OSIS, kami ingin memastikan MPLS benar-benar bersih dari praktik perundungan yang dapat merugikan siswa,” tegasnya.
Baca Juga: Unram Gandeng PT Agricon Technology Group, Sekaroh Disiapkan Jadi Pusat Pertanian Modern di NTB
Hartati menambahkan, SMPN 17 Mataram berkomitmen terus menjaga lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan kondusif. Sekolah berharap seluruh murid baru dapat beradaptasi dengan baik, tumbuh dalam lingkungan yang sehat, serta memiliki karakter positif sejak awal menempuh pendidikan.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post