LombokPost- Siswa SMKN 1 Lingsar bersama guru mengembangkan motor listrik.
Mereka merancangnya sejak tahap awal, mulai dari pembuatan rangka hingga perakitan komponen penggerak.
Inovasi itu menjadi bagian dari upaya sekolah mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab perkembangan teknologi kendaraan listrik. Siswa tidak sekadar merakit komponen yang tersedia.
Mereka juga mendesain dan membuat rangka kendaraan secara mandiri dengan mengutamakan ketelitian serta presisi.
Guru Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin SMKN 1 Lingsar Angga Eva Hari Saputra mengatakan, pengembangan motor listrik dimulai beberapa waktu lalu.
Proyek itu menjadi bagian dari eksplorasi teknologi ramah lingkungan sekaligus media pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
Baca Juga: MTsN 2 Lombok Barat Unjuk Kekuatan Ekstrakurikuler, Paskibra hingga Drumband Tampil Memukau
“Rangkanya juga dikerjakan sendiri oleh mereka (siswa, Red),” ujarnya.
Menurut Angga, tantangan terbesar proyek itu terletak pada integrasi sistem penggerak (drive system) dengan controller.
Para siswa harus melakukan berbagai penyesuaian teknis agar rangka mampu menopang seluruh komponen penggerak secara presisi dan aman.
Proses itu menuntut kemampuan teknik tinggi.
Siswa harus memodifikasi rangka agar sesuai dengan dudukan motor penggerak.
Mereka juga harus memastikan seluruh sistem mekanik bekerja secara optimal.
Baca Juga: Matamuda MAN 2 Perkuat Madrasah Ramah Anak dan Anti Bullying
Pengembangan motor listrik tidak hanya memperhatikan kinerja mesin. Siswa juga memperhitungkan aspek ergonomi dan kenyamanan berkendara.
Mereka mengatur posisi dudukan roda, memasang setang dan sistem suspensi (shock absorber), serta menjaga keseimbangan rangka. Langkah itu untuk memastikan kendaraan tetap stabil dan nyaman digunakan.
“Setiap tahapan pengerjaan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang desain kendaraan listrik, manufaktur, teknik pengelasan, hingga perakitan sistem kelistrikan modern,” tutur Angga.
Motor listrik itu menunjukkan kemampuan pendidikan vokasi di NTB melahirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan industri otomotif nasional.
Proyek itu juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja dan industri kendaraan listrik.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post