LombokPost- Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengambil langkah baru untuk menekan pengangguran lulusan SMK. Melalui penguatan sertifikasi internasional LSP-2, lulusan SMK di NTB dipersiapkan memiliki kompetensi yang diakui secara global sehingga peluang bekerja di dalam maupun luar negeri semakin terbuka.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan vokasi di NTB.
Jika selama ini sekolah lebih banyak mengandalkan sertifikasi profesi melalui skema LSP-1 yang berlaku untuk kebutuhan domestik, kini Pemprov NTB mulai mengarahkan sekolah menuju sertifikasi internasional LSP-2 agar lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja internasional.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, perubahan kebijakan ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK.
Sekaligus mengurangi tingginya angka pengangguran lulusan SMK yang selama ini menjadi tantangan dunia pendidikan vokasi.
Baca Juga: SMKPPN Mataram Berangkatkan Siswa PKL ke Industri Perikanan dan Pertanian di Jawa
"Kita selama ini sudah sediakan sertifikat melalui LSP-1 dari dana BOS yang berlakunya untuk domestik. Nah, sekarang pemerintah provinsi menyiapkan LSP-2 untuk keahlian profesional yang bisa digunakan di dalam dan luar negeri," ujarnya.
Menurut Iqbal, penguatan sertifikasi internasional LSP-2 tidak hanya berorientasi pada pemberian sertifikat.
Pemerintah juga mulai melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara agar kompetensi yang diajarkan di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri global.
Melalui pendekatan link and match, kurikulum SMK akan disesuaikan dengan permintaan pasar kerja internasional.
Beberapa SMK nantinya akan diarahkan menjadi sekolah dengan spesialisasi tertentu sesuai sektor yang paling banyak dibutuhkan di luar negeri.
Baca Juga: Siswa SMKN 1 Lingsar Kembangkan Motor Listrik, Rancang Sendiri Rangka hingga Sistem Penggerak
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi lulusan SMK sebagai tenaga kerja profesional yang memiliki sertifikasi berstandar internasional.
Dengan demikian, sertifikasi internasional LSP-2 menjadi instrumen penting untuk memperluas peluang kerja sekaligus menekan angka pengangguran lulusan SMK di NTB.
“Kita juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai mitra di luar negeri guna memperoleh data kebutuhan tenaga kerja secara berkala. Informasi ini menjadi dasar dalam menyusun program pendidikan vokasi terhadap perkembangan dunia kerja global,” ujar Iqbal.
Melalui strategi tersebut lanjutnya, lulusan SMK tidak lagi hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga memiliki kesempatan bersaing di pasar tenaga kerja internasional dengan bekal kompetensi dan sertifikasi profesi yang diakui dunia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post