LombokPost- Pemprov NTB mengambil langkah baru untuk menekan pengangguran lulusan SMK. Melalui penguatan sertifikasi internasional LSP-2, lulusan SMK dipersiapkan memiliki kompetensi yang diakui secara global. Peluang bekerja di dalam dan luar negeri pun semakin terbuka.
Kebijakan itu menjadi bagian dari transformasi pendidikan vokasi di NTB. Selama ini, sekolah lebih banyak mengandalkan sertifikasi profesi melalui skema LSP-1 untuk kebutuhan domestik.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, perubahan kebijakan itu menjadi upaya nyata pemerintah daerah meningkatkan kualitas lulusan SMK. Langkah itu sekaligus untuk mengurangi tingginya angka pengangguran lulusan SMK yang selama ini menjadi tantangan pendidikan vokasi.
Baca Juga: SMPN 18 Mataram Disiapkan Jadi Sekolah Unggulan Karakter, Ini Konsepnya
"Kita selama ini sudah sediakan sertifikat melalui LSP-1 dari dana BOS yang berlakunya untuk domestik. Nah, sekarang pemerintah provinsi menyiapkan LSP-2 untuk keahlian profesional yang bisa digunakan di dalam dan luar negeri," ujarnya.
Menurut Iqbal, penguatan sertifikasi internasional LSP-2 tidak hanya berorientasi pada pemberian sertifikat. Pemerintah juga mulai memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara. Langkah itu agar kompetensi yang diajarkan di sekolah sesuai dengan kebutuhan industri global.
Melalui pendekatan link and match, kurikulum SMK akan disesuaikan dengan permintaan pasar kerja internasional. Beberapa SMK nantinya diarahkan menjadi sekolah dengan spesialisasi tertentu sesuai sektor yang paling banyak dibutuhkan di luar negeri.
Baca Juga: Pemprov NTB Siapkan Sertifikasi Internasional LSP-2, Solusi Tekan Pengangguran Lulusan SMK
Langkah itu diharapkan memperkuat posisi lulusan SMK sebagai tenaga kerja profesional yang memiliki sertifikasi berstandar internasional. Sertifikasi internasional LSP-2 juga menjadi instrumen penting untuk memperluas peluang kerja dan menekan angka pengangguran lulusan SMK di NTB.
“Kita juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai mitra di luar negeri guna memperoleh data kebutuhan tenaga kerja secara berkala. Informasi ini menjadi dasar dalam menyusun program pendidikan vokasi terhadap perkembangan dunia kerja global,” ujar Iqbal.
Melalui strategi itu, lanjutnya, lulusan SMK tidak lagi hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Mereka juga memiliki kesempatan bersaing di pasar tenaga kerja internasional dengan bekal kompetensi dan sertifikasi profesi yang diakui dunia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post