LombokPost- Program merger SD Mataram mulai memasuki tahap baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram resmi menerapkan perubahan nama SD negeri di Mataram sebagai bagian dari penataan sistem pendidikan dasar.
Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pemerataan peserta didik, meningkatkan efisiensi pengelolaan sekolah, sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di Kota Mataram.
Melalui kebijakan tersebut, nama SD negeri di Mataram kini disusun berdasarkan tahun berdiri atau usia sekolah. Penataan identitas sekolah ini diharapkan menghadirkan sistem yang lebih tertib tanpa menghilangkan nilai sejarah yang dimiliki masing-masing satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf mengatakan perubahan nama sekolah mulai diberlakukan setelah proses penggabungan atau merger SD Mataram memasuki tahap implementasi.
Baca Juga: SMKPPN Mataram Berangkatkan Siswa PKL ke Industri Perikanan dan Pertanian di Jawa
"Sesuai dengan usia sekolahnya, tahun berdirinya. Alhamdulillah sudah mulai (berubah)," ujarnya.
Salah satu perubahan yang telah diterapkan adalah SDN 2 Cakranegara yang kini resmi berganti nama menjadi SDN 10 Mataram. Penamaan tersebut mengikuti urutan usia sekolah berdasarkan tahun berdiri sehingga identitas sekolah menjadi lebih sistematis.
Namun, tidak semua sekolah mengalami perubahan nama. SDN 1 Mataram tetap mempertahankan identitas lamanya karena merupakan sekolah dasar tertua di Kota Mataram. Pemerintah mempertahankan nama tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah pendidikan di ibu kota Provinsi NTB.
Baca Juga: Rayya, Siswi SMPN 2 Mataram Borong Tiga Emas, Pecahkan Dua Rekor Porprov NTB 2026
Selain perubahan nama, merger SD Mataram juga menyebabkan beberapa sekolah tidak lagi berdiri sebagai satuan pendidikan tersendiri. Dalam tahap penataan kali ini, tiga sekolah resmi dihapus karena telah digabungkan dengan sekolah lain.
Ketiga sekolah tersebut yakni SDN 41 Cakranegara, SDN 19 Mataram, dan SDN 11 Ampenan. Seluruh proses pembelajaran kini telah terintegrasi ke sekolah terdekat untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana sekaligus menyeimbangkan jumlah peserta didik di setiap sekolah.
Menurut Yusuf, penataan melalui merger SD Mataram dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan jumlah siswa maupun kualitas layanan pendidikan antar sekolah dasar. Dengan sistem baru tersebut pemerintah berharap pengelolaan sekolah menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran.
Baca Juga: Unram Dukung Kabupaten Sumbawa Barat Maju, Siapkan Profesor Berdampak dan Dokter Spesialis
Disisi lain, penggunaan nama sekolah berdasarkan tahun berdiri tetap mempertahankan nilai historis yang dimiliki masing-masing sekolah. Dengan demikian, proses transformasi pendidikan tidak menghilangkan jejak sejarah yang telah menjadi bagian dari perkembangan pendidikan di Kota Mataram.
Melalui merger SD Mataram dan perubahan nama SD negeri di Mataram, Pemkot Mataram berharap pemerataan kualitas pendidikan dasar dapat semakin optimal. Kebijakan ini juga diharapkan menjadi fondasi baru dalam membangun sistem pendidikan yang lebih efisien, adaptif, dan tetap menghargai sejarah panjang dunia pendidikan di Kota Mataram.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post