LombokPost- MAN 2 Mataram menjadi pilot project Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di tingkat nasional.
Program yang menjadi prioritas Kementerian Agama tersebut diawali dengan workshop bertema Mendidik dengan Cinta sebagai langkah memperkuat transformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, para guru didorong menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, membangun kedekatan emosional dengan siswa, sekaligus menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi KBC di MAN 2 Mataram diharapkan menjadi model bagi madrasah lain di Indonesia.
Workshop implementasi KBC MAN 2 Mataram menghadirkan Direktur Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Yayasan Darul Fattah Lampung Evi Ghozaly.
Ia mengajak seluruh pendidik mengubah paradigma mengajar.
Menurutnya, tugas guru tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga menyentuh hati dan membangun hubungan yang penuh kasih dengan peserta didik.
Baca Juga: SMPN 6 Mataram Gelar Tes IQ Gratis, Petakan Minat dan Bakat 495 Murid Baru
"Kita mulai menjelaskan filosofi Panca Cinta dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran. Tujuannya agar materi pelajaran tidak sekadar disampaikan, tetapi benar-benar diberikan dengan rasa cinta," ujar Evi saat ditemui di sela kegiatan workshop di MAN 2 Mataram, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, penerapan KBC selaras dengan konsep deep learning yang kini menjadi arah pembelajaran.
Pendekatan tersebut terdiri atas tiga pilar utama, yakni meaningful learning (pembelajaran bermakna), mindful learning (pembelajaran penuh kesadaran), dan joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan).
Melalui pendekatan itu, guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang kuat dengan peserta didik.
Pembelajaran pun diarahkan menjadi lebih interaktif sehingga siswa merasa nyaman, dihargai, sekaligus termotivasi untuk berkembang.
Baca Juga: NTB Siapkan Sertifikasi Internasional LSP-2, Lulusan SMK Dibidik Tembus Kerja Luar Negeri
Dalam workshop tersebut, para guru tidak hanya menerima materi. Mereka juga mengikuti simulasi, diskusi kelompok, hingga praktik langsung mengenai penerapan KBC di ruang kelas.
Menurut Evi, salah satu indikator keberhasilan guru bukan hanya kemampuan mengajar, tetapi juga kepedulian terhadap perkembangan peserta didik, termasuk membangun kebiasaan positif seperti mendoakan siswa.
"Guru harus mampu menumbuhkan rasa cinta saat berada di dekat anak-anak. Jadi bukan hanya mengajar, tetapi benar-benar mendidik dengan cinta," tegas perempuan asal Pringsewu tersebut.
Baca Juga: Merger SD Mataram Dimulai, Sejumlah Nama SD Negeri Resmi Berubah
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 2 Mataram Lalu Ahmad Fahruddin mengatakan, penunjukan MAN 2 Mataram sebagai pilot project KBC merupakan tindak lanjut program prioritas Kementerian Agama yang mulai diterapkan secara bertahap.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh pendidik di MAN 2 Mataram menandatangani piagam komitmen bersama agar implementasi KBC berjalan secara menyeluruh di lingkungan madrasah.
"Kedepan kami menjadi pilot project implementasi KBC. MAN 2 Mataram juga akan melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan dalam pelaksanaannya," kata Fahruddin.
Baca Juga: Rayya, Siswi SMPN 2 Mataram Borong Tiga Emas, Pecahkan Dua Rekor Porprov NTB 2026
Implementasi program tersebut tidak berhenti pada workshop perdana. Pihak madrasah telah menjadwalkan pelatihan lanjutan pada Sabtu (25/7) dengan fokus menyusun instrumen pembelajaran yang lebih teknis.
Dalam workshop lanjutan nanti, guru akan didampingi menyusun modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai KBC kedalam setiap proses pembelajaran.
Tahap ini dinilai penting agar konsep yang telah dipahami dapat diterapkan secara konsisten di dalam kelas.
"Perencanaan pembelajaran menjadi kunci sebelum implementasi dilakukan secara menyeluruh kepada peserta didik," jelasnya.
Baca Juga: Unram Dukung Kabupaten Sumbawa Barat Maju, Siapkan Profesor Berdampak dan Dokter Spesialis
Melalui persiapan tersebut, Fahruddin optimis implementasi KBC mampu berjalan efektif mulai dari tahap perencanaan hingga praktik pembelajaran.
Sebagai pilot project KBC, MAN 2 Mataram diharapkan menjadi contoh lahirnya budaya belajar yang lebih humanis, menyenangkan, dan mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik maupun emosional.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post