LombokPost- SMKN 1 Lembar terus memperkuat implementasi Teaching Factory (Tefa) melalui penyusunan perangkat ajar berbasis industri. Pada hari kedua pelaksanaan program bantuan Teaching Factory tahun anggaran 2026, sekolah memfokuskan kegiatan pada penyusunan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kegiatan Tefa SMKN 1 Lembar yang berlangsung di Aula Bahari itu melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program keahlian, guru produktif, hingga guru mata pelajaran yang tergabung dalam tim pengembang Tefa. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan pembelajaran vokasi berjalan sesuai standar industri sekaligus meningkatkan kompetensi lulusan.
Kepala SMKN 1 Lembar Ahmad Quroni mengatakan, kegiatan diawali dengan pembukaan sekaligus penyampaian tujuan penyusunan perangkat ajar sebagai fondasi pelaksanaan Tefa di sekolah.
Baca Juga: Merger SD Mataram Dimulai, Sejumlah Nama SD Negeri Resmi Berubah
"Perangkat ajar yang disusun harus selaras dengan implementasi Teaching Factory sehingga pembelajaran benar-benar mencerminkan proses kerja di dunia industri," ujarnya.
Selanjutnya, peserta dibagi kedalam kelompok kerja berdasarkan kompetensi keahlian masing-masing. Setiap kelompok menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan proses produksi maupun layanan sebagaimana diterapkan di DUDI.
Dalam sesi pendampingan, seluruh peserta aktif berdiskusi, menganalisis alur proses kerja, hingga menyusun perangkat ajar berbasis Tefa. Penyusunan dilakukan dengan memperhatikan capaian pembelajaran, alur produksi, standar operasional, serta penguatan kompetensi teknis dan karakter peserta didik agar selaras dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: NTB Siapkan Sertifikasi Internasional LSP-2, Lulusan SMK Dibidik Tembus Kerja Luar Negeri
Melalui proses tersebut, tim pengembang berhasil menghasilkan sejumlah perangkat utama yang menjadi fondasi implementasi Tefa SMKN 1 Lembar. Diantaranya standar operasional prosedur (SOP) sebagai pedoman setiap tahapan proses kerja, job sheet sebagai panduan praktik peserta didik sesuai standar industri. Serta kerangka modul ajar Teaching Factory yang akan menjadi acuan pembelajaran berbasis produksi dan layanan pada masing-masing kompetensi keahlian.
Menurut Quroni, perangkat ajar tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menciptakan pembelajaran vokasi yang lebih terarah, terstandar, dan relevan dengan perkembangan dunia kerja.
“Selain itu, kami juga menyusun kerangka modul ajar Teaching Factory yang menjadi acuan pengembangan pembelajaran berbasis produksi dan layanan pada setiap kompetensi keahlian," katanya.
Baca Juga: Unram Dukung Kabupaten Sumbawa Barat Maju, Siapkan Profesor Berdampak dan Dokter Spesialis
Melalui penyusunan perangkat ajar ini, Quroni menargetkan seluruh guru memiliki perangkat pembelajaran yang seragam, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Dengan demikian, implementasi Tefa dapat berjalan lebih efektif, konsisten, dan berkelanjutan.
“Tidak hanya mendukung proses belajar yang lebih kontekstual, penguatan Tefa juga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta didik, mempererat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan siap memasuki dunia kerja,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida