Siswa Baru SMA/SMK di NTB Wajib Tanam Cabai, Targetkan Cadangan 20 Ton

Jay • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:13 WIB
TANAM CABAI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan bibit cabai secara simbolis kepada guru SMA/SMK untuk ditanam di sekolah, pekan lalu.
TANAM CABAI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan bibit cabai secara simbolis kepada guru SMA/SMK untuk ditanam di sekolah, pekan lalu.

 

LombokPost- Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mewajibkan siswa baru SMA/SMK menanam cabai. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menekan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program menanam cabai tidak hanya menjadi sarana pendidikan lingkungan. Program ini juga dirancang untuk membentuk keterampilan hidup dan menyiapkan cadangan komoditas saat harga cabai melonjak.

Kebijakan itu menjadi bagian dari transformasi pendidikan vokasi dan menengah di NTB. Proses pembelajaran diintegrasikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui kegiatan menanam cabai, siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami proses produksi pangan dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: SMKN 1 Lembar Perkuat Teaching Factory, Guru Susun Perangkat Ajar Berbasis Industri

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, para siswa akan dibimbing mulai dari penyemaian, penanaman, perawatan, panen, hingga pemasaran hasil panen. Menurut dia, pembelajaran itu menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk memahami kewirausahaan sekaligus berkontribusi menjaga stabilitas harga pangan.

“Ini bentuk edukasi soft skill. Anak-anak kita harus memahami proses dari awal sampai pemasaran. Selain itu, ini adalah bentuk kepedulian untuk menciptakan cadangan cabai guna melakukan intervensi pasar saat terjadi kenaikan harga,” ujar Iqbal.

Program ini menargetkan penanaman sekitar 41 ribu pohon cabai oleh siswa SMA/SMK di seluruh NTB. Jika setiap pohon menghasilkan rata-rata 0,5 kilogram cabai, cadangan yang tersedia mencapai sekitar 20 ton. Pemerintah dapat memanfaatkan cadangan itu untuk intervensi pasar saat harga naik.

Baca Juga: Unbim Internasional MFH Belajar ke Unram, Perkuat Kelas Internasional dan Akreditasi Global

”Angka ini jauh melampaui kebutuhan intervensi pasar tahun lalu yang hanya sebesar enam ton dan harus didatangkan dari luar daerah melalui jalur udara,” katanya.

Iqbal akan memperkuat kebijakan itu melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur agar program berjalan berkelanjutan. Nantinya, setiap siswa baru wajib menanam tanaman produktif sebagai bagian dari budaya sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menekan inflasi.

Dalam pelaksanaannya, sekolah wajib menggunakan pupuk organik untuk merawat tanaman. Kebijakan ini menjadi bagian dari pendekatan link and match dengan menyelaraskan pendidikan dan kebutuhan riil masyarakat, termasuk pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Ketahanan Pangan NTB Siswa baru SMA/SMK di NTB wajib tanam cabai Wajib tanam cabai Tanam cabai NTB Pemprov NTB