Profesor Berdampak Unram Mulai Misi Kembalikan Kejayaan Kopi Arabika Sembalun

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:58 WIB
Sosialisasi Program Profesor Berdampak mengulas penerapan sehat budaya kopi, diikuti peserta dari kalangan tokoh masyarakat, kelompok tani, pemuda tani, pelaku usaha perkopian Sembalun, serta mahasiswa KKN Unram, di kantor Desa Sembalun Bumbung. Kemudian Tim Profesor Berdampak Unram terjun langsung ke lokasi kebun kopi Arabika. (IST/LOMBOK POST)
Sosialisasi Program Profesor Berdampak mengulas penerapan sehat budaya kopi, diikuti peserta dari kalangan tokoh masyarakat, kelompok tani, pemuda tani, pelaku usaha perkopian Sembalun, serta mahasiswa KKN Unram, di kantor Desa Sembalun Bumbung. Kemudian Tim Profesor Berdampak Unram terjun langsung ke lokasi kebun kopi Arabika. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Universitas Mataram (Unram) resmi menggulirkan program Profesor Berdampak, sebuah inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang menerjunkan para guru besar dan tim ahli untuk turun langsung menyelesaikan persoalan riil di tengah masyarakat.

Di 2026 sebagai tahun pertama pelaksanaannya, program ini memilih budidaya tanaman kopi di kawasan Sembalun, Lombok Timur, sebagai fokus utama, sebuah kawasan yang dahulu dikenal luas di pasar global karena kualitas kopi arabikanya.

Kampus Berdampak merupakan salah satu program pemerintah yang diamanahkan kepada para profesor di Unram berdasarkan instruksi rektor,” terang Ketua Tim Profesor Berdampak Unram 2026 Prof Muhammad Sarjan.

Baca Juga: Unbim Internasional MFH Belajar ke Unram, Perkuat Kelas Internasional dan Akreditasi Global

Bersama Prof Taufik Fauzi, Prof Ruth Stella P, Prof Mukmin Suryatni, Prof Yusron Saadi, Ir Hery Haryanto, dan Asep Norman Tanjung selaku mitra, program ini akan dijalankan selama tiga tahun, sesuai peta jalan yang disiapkan.

Prof Sarjan mengatakan, di tahun pertama difokuskan pada penerapan cara menanam kopi yang tepat agar kualitas kopi Sembalun meningkat dan memberi nilai tambah bagi penjualan.

Sembalun merupakan kawasan yang sangat potensial, baik dari sisi pariwisata maupun pertanian, dan potensi ini jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber perputaran ekonomi baru dari kunjungan wisatawan mancanegara.

Prof Sarjan menjelaskan Professor Berdampak hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang umum dihadapi petani kopi, mulai dari pengelolaan lahan, penyediaan bibit unggul, pemupukan, konservasi tanah dan air, penggunaan pupuk organik dan hayati, pengendalian hama, hingga standar panen dan penanganan pascapanen.

Secara khusus, tim juga akan melakukan monitoring pengendalian hama melalui penyaringan penggunaan pestisida serta rekayasa tanaman,” jelas Guru Besar Fakultas Pertanian Unram tersebut.

Pada tahap selanjutnya, program ini diharapkan mampu mendorong talenta muda lokal untuk berinovasi dalam pengelolaan kopi Sembalun, bahkan hingga membuka peluang ekspor.

Baca Juga: Kapolda NTB Ajak BEM Unram dan BEM SI Bali Nusra Jaga Kondusivitas Kampus

Menurutnya, tanaman yang baik bergantung pada lingkungan yang sehat, sehingga jika lingkungan Sembalun terjaga, ekonomi masyarakat di kawasan ini pun diharapkan turut meningkat.

Sebagai bagian dari implementasi program, empat mahasiswa S1 Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi Unram, dilibatkan untuk melaksanakan penelitian skripsi pada aspek pengelolaan hama terpadu tanaman kopi.

Riset ini menjadi salah satu fondasi ilmiah bagi penerapan praktik budidaya yang lebih baik di lapangan,” katanya.

Program ini juga menggandeng kelompok pemuda Sembalun yang aktif di sektor perkopian, baik pada kegiatan on farm maupun off farm.

Kehadiran program ini disambut positif oleh para pemuda, karena mereka akan mendapatkan pendampingan langsung dari tim Profesor Berdampak lintas bidang keilmuan, serta dari mitra-mitra yang telah berpengalaman sebagai pengusaha budidaya dan pengolahan kopi.

Tak hanya generasi muda, para tokoh masyarakat petani Sembalun turut menyatakan komitmennya untuk bergandengan tangan bersama tim Profesor Berdampak Unram, dengan satu tujuan besar yaitu mengembalikan kejayaan kopi Sembalun yang pernah dikenal secara global. 

Untuk mewujudkan dampak nyata dari program ini, tim mulai menanam kopi di berbagai kawasan dengan standar Good Agricultural Practices, sekaligus memulai atau melanjutkan penerapan standar tersebut bagi petani yang sudah berproduksi.

Baca Juga: Unram Dukung Kabupaten Sumbawa Barat Maju, Siapkan Profesor Berdampak dan Dokter Spesialis

Langkah ini, ujar Prof Sarjan, turut dibarengi dengan upaya konservasi melalui penanaman kembali atau regenerasi tanaman kopi arabika asli Sembalun yang mulai langka.

Pada tahap berikutnya, tim juga akan menyiapkan talenta muda lokal untuk berperan dalam hilirisasi perkopian Sembalun, sekaligus memperkuat kelembagaan perkopian setempat yang akan terus didampingi oleh tim dan mitra,” tandasnya.

Mitra Program Profesor Berdampak Unram Asep Noorman Tanjung menegaskan, potensi ekonomi dari langkah ini bukan tanpa dasar. “Kopi arabika Sembalun merupakan salah satu produk yang paling banyak dicari oleh wisatawan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, setiap tahun terdapat sekitar 100 hingga 150 ribu wisatawan yang berkunjung ke Sembalun, dan jika masing-masing diharapkan membeli setidaknya satu pack kopi Sembalun, maka kebutuhan produksinya bisa mencapai sekitar 400 ton per tahun.

Angka ini menegaskan besarnya peluang pasar yang selama ini belum sepenuhnya tergarap, sekaligus menjadi alasan kuat mengapa penguatan hulu produksi, mulai dari kualitas bibit, praktik budidaya, hingga konservasi lahan, menjadi begitu mendesak untuk dilakukan sejak tahun pertama program berjalan.

Baca Juga: Unram Kirim 13 Delegasi ke Peksimida NTB 2026, Bidik Tiket Peksiminas

Melalui sinergi antara akademisi, mahasiswa, pemuda tani, tokoh masyarakat, dan mitra usaha, program Profesor Berdampak, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kopi Sembalun, tetapi juga menumbuhkan kelembagaan petani yang kuat dan regenerasi talenta muda di sektor perkopian.

Jika peta jalan tiga tahun ini berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin kopi arabika Sembalun kembali menjadi kebanggaan Lombok Timur, dan dikenal luas di pasar dunia, sebagaimana kejayaannya di masa lalu.

Editor : Akbar Sirinawa
Universitas Mataram (Unram) Mahasiswa sembalun kopi profesor