LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mempercepat program pemerataan guru untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarsekolah. Guru hingga wakil kepala sekolah dari sekolah unggulan mulai didistribusikan ke sekolah yang kekurangan tenaga pendidik, minim prestasi, atau memiliki jumlah peserta didik rendah.
Program pemerataan guru menjadi bagian dari transformasi tata kelola pendidikan yang dijalankan Pemkot Mataram. Selain memindahkan guru dari sekolah yang digabung atau ditutup, Disdik menyiapkan regenerasi kepemimpinan agar kualitas layanan pendidikan lebih merata di seluruh wilayah Kota Mataram.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf mengatakan, pihaknya telah memetakan kebutuhan guru di setiap sekolah. Distribusi tenaga pendidik dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: ESDA & Vescoff Buka Kelas Inklusif untuk Siswa Disabilitas, Siapkan Kesempatan Magang hingga Kerja
“Kami membawa guru-guru ke sekolah yang kekurangan. Di Mataram ini kita petakan mana yang kekurangan guru, nanti kita bawa ke sana,” ujarnya.
Program itu tidak hanya menyasar distribusi guru, tetapi juga penguatan kepemimpinan sekolah. Disdik mulai mempromosikan wakil kepala sekolah dari sekolah unggulan menjadi kepala sekolah di sekolah yang membutuhkan inovasi, penguatan manajemen, dan peningkatan prestasi.
Salah satu kebijakan yang telah diterapkan yakni penugasan Wakil Kepala SMPN 2 Mataram Bidang Kurikulum sebagai Kepala SMPN 17 Mataram. Selain itu, seorang pembina olimpiade dipercaya memimpin SDN 3 Mataram dan dinilai mampu membawa perubahan positif dalam pengelolaan sekolah.
Baca Juga: 360 Pelajar se-NTB Ikuti GELORA VI KSR PMI UMMAT
Menurut Yusuf, penempatan kepala sekolah berprestasi di sekolah yang kekurangan peminat diharapkan mampu menciptakan inovasi pembelajaran sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan begitu, pemerataan jumlah peserta didik antarsekolah dapat berjalan lebih optimal.
Meski demikian, proses pemerataan masih menghadapi kendala administrasi. Saat ini, terdapat 42 jabatan kepala SD dan SMP yang belum terisi karena harus menunggu terbitnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kalau sistemnya sudah selesai, ini kan konektivitas. Jika Pertek dari BKN sudah keluar, langsung dilantik oleh Pak Wali Kota,” jelas Yusuf.
Baca Juga: Siswi SMPN 2 Mataram Borong Tiga Medali Porprov NTB 2026, Sabet Emas Sportdance
Ia memastikan koordinasi dengan BKN dan instansi terkait terus dilakukan agar sinkronisasi data segera rampung. Setelah Pertek terbit, pengisian jabatan kepala sekolah segera dilakukan. Dengan demikian, program pemerataan kepemimpinan sekolah dapat berjalan sesuai target.
Yusuf berharap tidak ada lagi kesenjangan kualitas antara sekolah favorit dan sekolah yang selama ini kurang diminati. Pemerataan guru dan kepala sekolah diharapkan menjadi fondasi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata, kompetitif, dan inklusif bagi seluruh peserta didik di Kota Mataram.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post