SMK Mendunia Diperkuat Link and Match DUDI, Produk Siswa Disiapkan Tembus Industri

Jay • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 16:32 WIB
INOVATIF: Siswa memamerkan pembangkit listrik tenaga sampah pada peluncuran SMK Mendunia di SMKN 5 Mataram, belum lama ini.
INOVATIF: Siswa memamerkan pembangkit listrik tenaga sampah pada peluncuran SMK Mendunia di SMKN 5 Mataram, belum lama ini.

 

LombokPost- Program SMK Mendunia diperkuat melalui strategi link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Langkah ini menjadi upaya menekan angka pengangguran lulusan SMK.

Sebanyak 24 SMK dan SLB di Kota Mataram serta Lombok Barat memamerkan berbagai produk unggulan. Inovasi hasil karya siswa itu diharapkan mampu bersaing di dunia industri.

Pameran yang dihadiri Gubernur NTB itu menjadi ajang pembuktian bahwa SMK Mendunia tidak sekadar slogan. Berbagai produk inovatif dipamerkan, mulai dari karya berbasis teknologi, rekayasa, hingga kerajinan kreatif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Baca Juga: SMKN 1 Lingsar Kembangkan Hidroponik Tenaga Surya, Berkebun Tanpa Listrik PLN

Wakil Kepala Humas SMKN 5 Mataram Syarif mengatakan, kegiatan itu bertujuan memperlihatkan kompetensi lulusan SMK sesuai kebutuhan industri. Melalui penguatan link and match DUDI, sekolah didorong menghasilkan lulusan yang siap bekerja maupun berwirausaha.

“Intinya dari kegiatan ini adalah bagaimana inovasi SMK bisa menekan angka pengangguran. Jangan sampai SMK lagi-lagi menjadi penyumbang pengangguran,” ujarnya.

Menurut Syarif, link and match DUDI menjadi fondasi penting dalam pendidikan vokasi. Sekolah tidak cukup hanya memberikan pembelajaran di ruang kelas. Sekolah juga harus memastikan kurikulum, kompetensi, dan praktik pembelajaran selaras dengan kebutuhan DUDI.

Baca Juga: Restrukturisasi Spektrum SMK 2027, Jurusan Dipangkas dari 144 Jadi 60 agar Lulusan Siap Kerja

Penerapan SMK Mendunia juga ditunjukkan melalui testimoni alumni yang kini berkarier di luar negeri. Kehadiran alumni menjadi bukti bahwa lulusan SMK mampu bersaing di pasar kerja internasional jika dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Ia menilai masyarakat kini dapat melihat secara langsung produk unggulan SMK yang bukan sekadar hasil praktik di sekolah. Berbagai inovasi yang dipamerkan menunjukkan kemampuan siswa menghasilkan produk berdaya saing dan berpeluang menembus pasar nasional hingga internasional.

Meski demikian, tantangan masih ada. Sinkronisasi antara kebutuhan dunia industri dan kompetensi yang diajarkan di sekolah harus terus diperkuat. Langkah itu diperlukan agar kemampuan lulusan sesuai dengan permintaan pasar kerja.

Baca Juga: Peksimida NTB 2026 Ditutup, Unram Dominasi Juara dan Siap Wakili NTB ke Peksiminas

“Harapannya, antara SMK dan dunia usaha itu harus betul-betul sinkron. Ini menjadi tantangan sekaligus harapan agar produk unggulan SMK semakin diakui,” pungkas Syarif.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
SMK Mendunia Link and Match DUDI Produk unggulan SMK pendidikan vokasi dunia usaha dan dunia industri