Unram Perkuat Kompetensi Guru di Malaysia, Dari Kearifan Lokal Menuju Kelas Digital

Kimda Farida • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:46 WIB
KOLABORASI: Tim Universitas Mataram bersama guru Sekolah Kebangsaan Manjoi 2, Ipoh, Perak, Malaysia, dalam kegiatan pelatihan bahan ajar digital berbasis etnosains.
KOLABORASI: Tim Universitas Mataram bersama guru Sekolah Kebangsaan Manjoi 2, Ipoh, Perak, Malaysia, dalam kegiatan pelatihan bahan ajar digital berbasis etnosains.

 LombokPost--Universitas Mataram melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Luar Negeri (P3KLN) atau International Collaborative Community Service Program melaksanakan kegiatan bertajuk “Training on Ethnoscience-Based Digital Teaching Materials for Teachers at Sekolah Kebangsaan Manjoi 2, Ipoh, Perak, Malaysia”.

Kegiatan yang didukung pembiayaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar digital yang kontekstual, interaktif, dan terintegrasi dengan budaya serta kearifan lokal.

Program ini diketuai Prof. Dra. Susilawati, M.Si., Ph.D., dengan anggota tim Drs. Sutrio, M.Si., Dr. Hikmawati, S.Pd., M.Pd., Dr. Ni Nyoman Sri Putu Verawati, S.Pd., M.Pd., Nina Nisrina, M.Pd., serta Irman Muliadi sebagai anggota mahasiswa. Diketahui, dosen dan mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mataram.

Dalam sambutannya, Prof Susilawati menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan tetap perlu menjaga identitas budaya peserta didik.

“Teknologi diharapkan menjadi jembatan untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif sekaligus memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal,” katanya.

Sambutan dari pihak sekolah disampaikan Kepala Sekolah Kebangsaan Manjoi 2, Mohd Shariff B. Isman @ Hashim.

Baca Juga: Unram Dukung Kabupaten Sumbawa Barat Maju, Siapkan Profesor Berdampak dan Dokter Spesialis

Dia mengapresiasi kolaborasi internasional tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. 

“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan guru menggunakan aplikasi digital, tetapi juga menghasilkan bahan ajar yang dapat diterapkan secara nyata dalam pembelajaran,” ucapnya.

Materi pertama disampaikan Dr Hikmawati dengan judul “Training on Ethnoscience-Based Digital Teaching Materials: Integrating Local Wisdom into Digital Learning for Meaningful Science Education”.

Materi kedua disampaikan oleh Dr Ni Nyoman Sri Putu Verawati dengan judul “Bridging Local Wisdom and Global Innovation through an Ethnoscience-PBL Model Integrated with Virtual Assistive Technology”.

Kedua materi membekali guru dengan pemahaman tentang pengembangan bahan ajar digital berbasis etnosains, penerapan Problem-Based Learning, serta pemanfaatan teknologi virtual untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah peserta didik.

Pelatihan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, eksplorasi budaya lokal, dan praktik penyusunan bahan ajar digital.

Dokumentasi kegiatan menunjukkan antusiasme guru saat berdiskusi dan berkolaborasi dengan tim Universitas Mataram.

Baca Juga: Peksimida NTB 2026 Ditutup, Unram Dominasi Juara dan Siap Wakili NTB ke Peksiminas

Melalui P3KLN ini, kolaborasi antara Universitas Mataram dan Sekolah Kebangsaan Manjoi 2 diharapkan terus berkembang dalam bentuk pertukaran praktik baik, pengembangan inovasi pembelajaran, dan penguatan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia. 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
P3KLN Sekolah Kebangsaan Manjoi 2 Unram Universitas Mataram Malaysia