LombokPost- PGRI Lombok Barat (Lobar) terus memperkuat kompetensi guru di era digital. Melalui diklat Papan Interaktif Digital (PID) di SMPN 2 Gerung, puluhan guru dibekali strategi menghadirkan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya PGRI Lobar mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi. Diklat juga bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Ketua PGRI Lobar Akhmad Sujai mengatakan, diklat PID merupakan implementasi program kerja organisasi. Program itu mengacu pada amanat AD/ART PGRI serta hasil Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab).
Baca Juga: Rizki Azis Wakili UMMAT di Summer School Internasional UGM
Selain meningkatkan kompetensi guru, PGRI aktif menjalankan berbagai program organisasi dan sosial. Program itu meliputi halalbihalal, sosialisasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, serta workshop Perempuan PGRI.
Menurut Sujai, diklat PID bertujuan meningkatkan pemahaman guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran. Peserta tidak hanya mempelajari cara mengoperasikan berbagai fitur PID. Mereka juga dilatih merancang pembelajaran interaktif yang aktif, inovatif, kolaboratif, efektif, dan menyenangkan.
“Pada akhirnya, seluruh proses ini bermuara pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya.
Baca Juga: UMMAT Digitalisasi Filosofi dan Teknik Tenun Sukarara
Pelatihan diikuti 60 guru. Setiap sekolah mengirimkan enam peserta sebagai perwakilan. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan di sekolah masing-masing.
Plh Kepala Dikbud Lobar Haerudin menegaskan, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Visi itu menciptakan masyarakat maju, mandiri, dan berkeadilan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dia mengapresiasi langkah PGRI Lobar menghadirkan pelatihan dengan semangat dari guru, oleh guru, dan untuk guru. Menurutnya, kemampuan guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Baca Juga: SMAN 3 Mataram Borong 39 Medali Porprov NTB 2026, Sabet 18 Emas dan Kukuhkan Tradisi Juara
“Teknologi mungkin menggantikan guru yang berhenti belajar dan enggan beradaptasi. Namun guru yang terus meningkatkan kompetensi, memiliki empati, membangun karakter, dan menginspirasi peserta didik tidak akan pernah tergantikan,” tegasnya.
Dia juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi belum sepenuhnya diikuti peningkatan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah peserta didik. Di lapangan, masih ditemukan siswa kelas VII SMP yang belum memiliki kemampuan membaca secara memadai.
“Kondisi ini ibarat fenomena gunung es. Karena itu, tugas guru bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan literasi, membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, dan melatih kemampuan berpikir peserta didik,” pungkasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post