Diikuti 162 PTMA, Rakornas FOSMA Dorong Layanan Kemahasiswaan Berdampak

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 12:04 WIB
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Silaturahmi Pimpinan Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FOSMA) 2026.
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Silaturahmi Pimpinan Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FOSMA) 2026.

 

LombokPost-Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Dr Erwin menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Silaturahmi Pimpinan Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FOSMA) 2026. Kegiatan berlangsung pada 28-30 Juli 2026.

Keikutsertaan UMMAT menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola kemahasiswaan. Universitas mendorong layanan yang unggul, adaptif, kolaboratif, inovatif, dan berdampak bagi mahasiswa serta masyarakat.

Rakornas diawali dengan seremoni pembukaan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Peserta kemudian mengikuti rapat koordinasi di Hotel Nava Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca Juga: Gaspol di Porprov NTB, Mahasiswa UMMAT Muhammad Alwi Raih Perunggu Grasstrack

Kegiatan mengusung tema “Transformasi Kemahasiswaan PTMA: Mewujudkan Perguruan Tinggi Unggul dan Berdampak, Berkarakter, Kolaboratif, dan Inovatif.”

Forum nasional itu mempertemukan para pimpinan bidang kemahasiswaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Mereka menyatukan visi, memperkuat jejaring, berbagi praktik baik, serta merumuskan langkah peningkatan tata kelola kemahasiswaan.

Pembukaan Rakornas dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Dr H Fauzan. Hadir pula Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Bambang Setiaji.

Rektor UMS Prof Dr Harun Joko Prayitno bersama jajaran pimpinan universitas juga mengikuti pembukaan. Para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus dan inovasi program kemahasiswaan.

Peningkatan mutu layanan juga menjadi perhatian dalam Rakornas. Layanan berkualitas diharapkan mampu melahirkan lulusan berkarakter, berprestasi, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua FOSMA Prof Ikhwan Susila menyampaikan, Rakornas FOSMA 2026 diikuti perwakilan 162 PTMA. Peserta mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Baca Juga: Borong Enam Medali, Tiga Mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT Taklukkan Jogja Essay Competition

Jumlah peserta menggambarkan kuatnya semangat PTMA memperkuat sinergi nasional. Forum itu juga mendorong transformasi pengelolaan kemahasiswaan pada setiap perguruan tinggi.

Dua rektor PTMA turut menghadiri kegiatan itu. Salah satunya Rektor Universitas Muhammadiyah Bintuni.

Erwin hadir secara luring sekaligus menjadi bagian dari Pengurus FOSMA. Ia menilai Rakornas menjadi forum strategis untuk meningkatkan kapasitas pimpinan bidang kemahasiswaan di lingkungan PTMA.

“Rakornas FOSMA 2026 memberikan manfaat yang sangat besar bagi pengembangan kemahasiswaan di PTMA. Forum ini menjadi ruang untuk berbagi inspirasi, pengalaman, dan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan kemahasiswaan,” ungkapnya.

Menurut Erwin, berbagai gagasan dan rekomendasi dari Rakornas menjadi motivasi bagi UMMAT. Hasil pertemuan juga mendorong universitas meningkatkan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan mahasiswa.

“Berbagai gagasan yang berkembang selama Rakornas menjadi motivasi sekaligus stimulus bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan dan mendorong lahirnya lebih banyak prestasi mahasiswa, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” lanjutnya.

Hasil Rakornas akan menjadi salah satu referensi bagi UMMAT dalam memperkuat pembinaan mahasiswa. Program itu mencakup pengembangan kepemimpinan, organisasi, serta peningkatan prestasi akademik dan nonakademik.

UMMAT juga akan memperkuat kewirausahaan mahasiswa dan pengabdian kepada masyarakat. Penguatan karakter berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan turut menjadi perhatian.

Erwin menilai tantangan pendidikan tinggi semakin kompleks. Kondisi itu menuntut kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan antar-PTMA.

Melalui FOSMA, setiap perguruan tinggi dapat saling belajar dan memperluas jejaring. Perguruan tinggi juga bisa mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan mahasiswa dan perkembangan zaman.

“Kolaborasi antar-PTMA harus terus diperkuat. Kita tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Melalui FOSMA, setiap perguruan tinggi dapat saling mendukung, bertukar pengalaman, dan menghadirkan program kemahasiswaan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, masyarakat, bangsa, dan Persyarikatan,” tegasnya.

Partisipasi dalam Rakornas menegaskan komitmen UMMAT meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan. Universitas berupaya menghadirkan pelayanan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada prestasi serta kebermanfaatan.

Kolaborasi melalui Rakornas juga diharapkan memperkuat pengembangan mahasiswa UMMAT. Kampus ingin melahirkan mahasiswa berkarakter Islami, inovatif, berdaya saing, serta mampu berkontribusi bagi bangsa dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Editor : Akbar Sirinawa
Rakornas FOSMA 2026 kemahasiswaan PTMA Dr Erwin Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ummat