LombokPost- Program Gerakan Tanam Cabai di SMAN 1 Sembalun mulai menunjukkan hasil. Sejak hari pertama tahun ajaran 2026/2027, seluruh siswa dan guru menjalankan program One Student One Chili.
Program itu merupakan tindak lanjut instruksi Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat ketahanan pangan dan membantu mengendalikan inflasi. Tanaman cabai kini mulai tumbuh dan menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah.
Kepala SMAN 1 Sembalun Johri mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menginstruksikan seluruh sekolah mendukung gerakan menanam cabai.
Baca Juga: Dua Mahasiswi Kebidanan UMMAT Raih Juara III AIPKEMA 2026
“Pada hari pertama masuk sekolah kami langsung melaksanakan program One Student One Chili. Seluruh siswa kelas X, XI, XII bersama para guru menanam cabai menggunakan polibag. Alhamdulillah, tanaman yang kami tanam sudah mulai tumbuh," ujarnya saat menerima bantuan bibit cabai dari Pemprov NTB, Selasa (28/7).
Menurut Johri, kondisi geografis Sembalun menjadi modal besar bagi keberhasilan program. Wilayah di kaki Gunung Rinjani itu memiliki iklim sejuk yang cocok untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura, termasuk cabai.
Pihak sekolah optimistis program itu tidak hanya menjadi gerakan sesaat. Program itu diharapkan berkembang menjadi budaya bercocok tanam yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat.
Baca Juga: Diikuti 162 PTMA, Rakornas FOSMA Dorong Layanan Kemahasiswaan Berdampak
“Program dari Gubernur langsung kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan melalui peningkatan produksi cabai ini bisa ikut membantu mengendalikan inflasi di daerah," katanya.
Antusiasme siswa mengikuti Gerakan Tanam Cabai juga tinggi. Sebagian besar siswa berasal dari keluarga petani di kawasan Sembalun. Mereka telah memiliki pengalaman bercocok tanam sejak kecil.
“Siswa kami sudah terbiasa dengan aktivitas pertanian. Mereka memahami teknik budidaya sehingga tidak sulit menjalankan program ini," jelas Johri.
Baca Juga: Siswi SMPN 2 Mataram Borong Dua Medali Porprov NTB 2026, Emas Sportdance Jadi Kebanggaan
SMAN 1 Sembalun juga mengembangkan kawasan pertanian sekolah sebagai laboratorium pembelajaran. Berbagai tanaman produktif telah dibudidayakan. Alpukat unggul bahkan sudah dua kali dipanen. Sekolah juga menerapkan sistem tumpang sari untuk cabai, kubis, dan tanaman hortikultura lainnya.
Sekolah juga membuka peluang kerja sama dengan Dinas Pertanian maupun SMKPPN Mataram. Kerja sama itu diharapkan mengoptimalkan pengembangan lahan melalui pendampingan dan nota kesepahaman.
“Kalau nantinya ada kerja sama yang berkelanjutan tentu akan semakin memudahkan kami memanfaatkan lahan sekolah sebagai pusat pembelajaran pertanian," ujarnya.
Baca Juga: PGRI Lombok Barat Latih Guru Kuasai Papan Interaktif Digital, Siapkan Pembelajaran Berbasis AI
Johri menuturkan, sekolah masih memiliki sekitar 60 are lahan yang siap dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif. Meski sebagian area didominasi batu dan pasir, iklim Sembalun memungkinkan hampir semua jenis tanaman tumbuh dengan baik.
Melalui Gerakan Tanam Cabai, SMAN 1 Sembalun menegaskan komitmennya mendukung program Pemprov NTB. Program itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produksi cabai, dan membantu menjaga stabilitas harga pangan.
Dukungan lingkungan dan keterlibatan seluruh warga sekolah diharapkan menjadikan program itu sebagai model pembelajaran berbasis pertanian. Program itu juga diharapkan berdampak terhadap pengendalian inflasi di NTB.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post