Golden Tiket Kepala Sekolah Mulai Jalan, Sekolah Sepi Peminat Jadi Prioritas Transformasi

Jay • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 16:12 WIB
Supriadi
Supriadi

 

LombokPost- Inovasi Golden Tiket yang diluncurkan Pemerintah Provinsi NTB pada era Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mulai dijalankan untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan. Melalui program ini, kepala sekolah (kasek) berprestasi dengan rekam jejak kepemimpinan yang terbukti akan ditempatkan di sekolah minim peminat.

Golden Tiket tidak sekadar memindahkan kasek dari satu sekolah ke sekolah lain. Kebijakan ini dirancang sebagai langkah transformasi pendidikan dengan menghadirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan di sekolah yang selama ini kesulitan bersaing.

Program ini juga tidak hanya mempertimbangkan jumlah penduduk di sekitar sekolah. Pemerintah ingin membangun kembali kepercayaan masyarakat agar orang tua tidak ragu menyekolahkan anaknya di sekolah minim peminat.

Baca Juga: Klinik Unram Hadir di Fakultas Teknik, Cek Kesehatan Gratis dan Pindah FKTP BPJS Makin Mudah

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wilayah II Supriadi mengatakan, keberhasilan Golden Tiket sangat bergantung pada kemampuan kasek membaca persoalan di sekolah yang dipimpinnya.

“Kepala sekolah dituntut menganalisis apa penyebab utama sekolah tersebut rendah peminat. Apakah karena faktor lingkungan atau ada keengganan dari orang tua,” ujarnya, Selasa (28/7).

Menurut Supriadi, perpindahan itu menjadi tantangan besar bagi kasek yang sebelumnya terbiasa memimpin sekolah besar. Mereka terbiasa dengan jumlah siswa dan dukungan dana BOS yang lebih besar.

Baca Juga: PMR MAN 1 Mataram Juara Umum GELORA 2026, Borong Tujuh Trofi setelah Bangkit dari Kegagalan

Mereka harus membuktikan kemampuan memimpin sekolah dengan kondisi berbeda, dari sisi jumlah siswa maupun karakter masyarakat. Di sinilah inovasi Golden Tiket menjadi ujian sesungguhnya. Kasek dituntut mampu beradaptasi, menyusun strategi, dan menghadirkan inovasi agar sekolah minim peminat kembali dipercaya masyarakat.

“Kualitas pendidikan di sekolah pinggiran harus dipastikan tidak kalah saing dengan sekolah-sekolah favorit di pusat kota,” jelasnya.

Melalui program ini, praktik baik yang berhasil diterapkan di sekolah unggulan diharapkan dapat direplikasi di sekolah yang membutuhkan percepatan peningkatan mutu. Dengan begitu, kesenjangan kualitas pendidikan antarsekolah dapat diperkecil secara bertahap.

Baca Juga: Geopark Rinjani Jadi Laboratorium Hidup, SEAMEO Biotrop Luncurkan GEMS untuk Sekolah Asia Tenggara

Supriadi meyakini Golden Tiket akan menjadi salah satu instrumen penting dalam pemerataan pendidikan. Kehadiran kasek dengan kepemimpinan transformatif diharapkan mampu mengubah sekolah sepi peminat menjadi sekolah berdaya saing dan diminati masyarakat.

“Program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pemerataan kualitas pendidikan di daerah,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Kepala sekolah NTB Golden Tiket Kepala Sekolah Golden Tiket NTB Sekolah sepi peminat Pemerataan mutu pendidikan