UMMAT Jadi Tuan Rumah In-Camp 2026, Dampingi Artikel Menuju Jurnal Internasional

Suharli Harli • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:58 WIB

 

Rektor UMMAT Abdul Wahab.
Rektor UMMAT Abdul Wahab.

 

LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menjadi tuan rumah Workshop Inclusive Publication Camp (In-Camp) 2026. Kegiatan nasional itu berlangsung pada 28-30 Juli 2026 di Auditorium H Anwar Ikraman, Kampus UMMAT.

Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan UMMAT menggelar kegiatan itu.

In-Camp mempertemukan dosen, peneliti, narasumber, fasilitator, moderator, pengelola program, dan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Mereka mengikuti pendampingan intensif untuk mematangkan artikel menuju jurnal internasional bereputasi.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman menghadiri kegiatan itu. Hadir pula Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Heri Kuswanto.

Baca Juga: Peta Spasial KKN UMMAT Bantu Pemdes Pohgading Timur Susun Pembangunan secara Akurat

Ketua Tim Artikel Ilmiah Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan M Husni Tamrin juga hadir. Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Irvan Yulistiono turut mengikuti kegiatan.

Rektor UMMAT Abdul Wahab hadir bersama jajaran pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dan unit. Sejumlah narasumber, fasilitator, moderator, panitia, dan peserta dari berbagai kampus juga mengikuti workshop.

Dalam sambutan selamat datang, Abdul Wahab mengapresiasi kepercayaan kepada UMMAT sebagai tuan rumah. Ia menilai pertemuan para akademisi dan peneliti menjadi momentum memperkuat jejaring, kolaborasi riset, dan budaya publikasi ilmiah.

“UMMAT menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan In-Camp Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan kesempatan penting untuk mempertemukan para peneliti, berbagi pengalaman, dan bersama-sama meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia,” ungkapnya.

UMMAT berkomitmen menyediakan ruang kolaborasi bagi dosen dan peneliti. Upaya itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah.

In-Camp diharapkan tidak hanya menghasilkan artikel berkualitas. Kegiatan itu juga ditargetkan membangun ekosistem akademik yang inklusif, produktif, kolaboratif, berintegritas, dan bermanfaat.

Fauzan Adziman kemudian membuka Workshop In-Camp 2026. Pembukaan menandai dimulainya pendampingan intensif untuk memperbaiki dan menyempurnakan artikel para peserta.

Setelah pembukaan, peserta menyaksikan video testimoni alumni In-Camp 2025. Video menampilkan pengalaman dan manfaat yang diperoleh selama mengikuti program pendampingan.

Peserta mendapat gambaran mengenai pengembangan naskah dan perbaikan substansi. Materi juga mencakup penguatan metodologi serta tindak lanjut artikel setelah kegiatan.

Baca Juga: Sabun Cuci Piring Organik Buka Peluang Usaha Warga Kampasi Meci

In-Camp menghubungkan setiap peserta secara langsung dengan narasumber dan fasilitator. Peserta dapat mendiskusikan kekuatan, kelemahan, dan arah pengembangan artikelnya.

Materi workshop mencakup strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Peserta juga mempelajari etika penelitian dan publikasi ilmiah.

Etika penggunaan kecerdasan artifisial dalam penulisan akademik turut dibahas. Materi lainnya menyasar struktur artikel ilmiah internasional melalui format Introduction, Methods, Results, and Discussion atau IMRaD.

Selain menerima materi, peserta mengikuti konsultasi personal dan bedah artikel. Pendampingan menyasar penguatan latar belakang penelitian dan ketepatan rumusan masalah.

Fasilitator juga menilai kejelasan research gap dan kebaruan penelitian. Kesesuaian metodologi, ketajaman analisis, kualitas pembahasan, dan pemilihan jurnal tujuan turut dibedah.

Melalui pendampingan itu, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan teoritis. Mereka juga menerima catatan, koreksi, dan rekomendasi konkret terhadap naskah masing-masing.

Model konsultasi personal membantu peserta mengetahui bagian artikel yang masih perlu diperkuat. Perbaikan dilakukan sebelum naskah memasuki proses pengiriman ke jurnal.

Peserta juga bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan publikasi ilmiah. Persoalan yang dibahas mencakup pemilihan jurnal, penyesuaian templat, dan penggunaan bahasa akademik.

Mereka turut mendiskusikan dokumentasi revisi dan penyusunan jawaban kepada reviewer. Strategi menjaga integritas akademik di tengah perkembangan kecerdasan artifisial ikut menjadi perhatian.

Keberhasilan publikasi tidak hanya ditentukan kualitas hasil penelitian. Penulis juga perlu menyusun argumentasi secara sistematis dan menampilkan kebaruan penelitian.

Selain itu, peneliti harus memilih jurnal yang tepat dan menggunakan referensi relevan. Kepatuhan terhadap etika penelitian dan publikasi juga menjadi unsur penting.

Baca Juga: Dua Mahasiswi Kebidanan UMMAT Raih Juara III AIPKEMA 2026

Dalam sambutan penutupan, M Husni Tamrin mengapresiasi dukungan UMMAT sebagai tuan rumah. Ia juga berterima kasih kepada narasumber, fasilitator, moderator, panitia, dan peserta.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Mataram yang telah menjadi tuan rumah dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan In-Camp Tahun 2026. Apresiasi juga kami sampaikan kepada para narasumber, fasilitator, panitia, serta seluruh peserta yang telah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Menurut Husni, In-Camp tidak sekadar menambah pengetahuan mengenai publikasi ilmiah. Kegiatan itu harus menghasilkan perkembangan nyata pada artikel peserta.

Karena itu, peserta diminta segera menindaklanjuti seluruh catatan dan rekomendasi fasilitator. Perbaikan mencakup substansi penelitian, kebaruan, metodologi, analisis, dan pembahasan.

Penggunaan referensi, bahasa akademik, dan kesesuaian artikel dengan ruang lingkup jurnal juga perlu diperbaiki.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak berhenti ketika acara ditutup. Ukuran keberhasilannya adalah ketika artikel yang telah didampingi terus diperbaiki, dikirimkan, melewati proses penelaahan, dan akhirnya dapat diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi,” jelasnya.

Husni mengingatkan, proses publikasi memerlukan ketekunan dan kedisiplinan. Peneliti juga harus terbuka menerima masukan dan konsisten menyelesaikan revisi.

Peserta didorong menjaga komunikasi dengan fasilitator. Jejaring dengan peneliti dari kampus lain juga perlu dibangun untuk membuka peluang kolaborasi.

Peningkatan kualitas publikasi harus berjalan seiring dengan penguatan integritas akademik. Penulis wajib memastikan keaslian karya dan ketepatan penggunaan sumber.

Kontribusi setiap penulis juga harus dijelaskan secara terbuka. Teknologi kecerdasan artifisial harus digunakan secara etis dan bertanggung jawab.

“Kami berharap seluruh peserta membawa pulang bukan hanya pengetahuan, tetapi juga target dan komitmen yang jelas untuk menuntaskan artikelnya. Teruskan komunikasi dengan fasilitator, selesaikan revisi secara bertahap, dan jangan berhenti sebelum naskah benar-benar siap untuk disubmit,” pesannya.

Husni berharap In-Camp memperluas jejaring peneliti Indonesia. Program itu juga diharapkan memperkuat budaya publikasi dan meningkatkan jumlah karya ilmiah berkualitas.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMAT Sri Rejeki menilai In-Camp menjadi momentum meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti. Mereka didorong menghasilkan karya ilmiah berintegritas dan berdaya saing global.

“Melalui proses pendampingan, konsultasi personal, dan bedah artikel yang telah dilaksanakan, kami berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman yang lebih kuat mengenai standar publikasi ilmiah internasional. Catatan dan rekomendasi dari para fasilitator hendaknya segera ditindaklanjuti agar artikel yang telah disusun semakin matang dan siap dikirimkan ke jurnal tujuan,” ujarnya.

Menurut Sri, kualitas publikasi juga bergantung pada konsistensi memperbaiki naskah. Peneliti harus menjaga integritas akademik dan memastikan hasil riset bermanfaat bagi masyarakat.

“Penutupan kegiatan ini bukanlah akhir dari proses. Justru setelah kembali ke perguruan tinggi masing-masing, para peserta memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan revisi, membangun komunikasi dengan fasilitator, serta mengupayakan agar artikel yang telah dibedah dapat benar-benar terbit pada jurnal internasional bereputasi,” tegasnya.

Sri juga mengapresiasi kepercayaan Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan kepada UMMAT. Apresiasi turut diberikan kepada narasumber, fasilitator, moderator, panitia, dan peserta.

Sri kemudian menutup Workshop Inclusive Publication Camp 2026. Berakhirnya kegiatan tatap muka menjadi awal bagi peserta untuk menindaklanjuti hasil pendampingan.

Kepercayaan sebagai tuan rumah memperkuat posisi UMMAT dalam mendukung peningkatan kapasitas dosen dan peneliti. Kampus turut mendorong budaya riset dan memperluas jejaring akademik nasional.

UMMAT juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya peneliti. Langkah itu diharapkan melahirkan publikasi ilmiah Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

Editor : Akbar Sirinawa
Peneliti Indonesia In-Camp 2026 publikasi ilmiah ummat jurnal internasional