Minim Asap, SIBERDAMPAK Jadi Solusi Sampah Kering di Desa Pakuan

Suharli Harli • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:04 WIB
KKN UMMAT Kelompok 39 meluncurkan SIBERDAMPAK, alat pembakar sampah kering minim asap berbasis rocket stove.
KKN UMMAT Kelompok 39 meluncurkan SIBERDAMPAK, alat pembakar sampah kering minim asap berbasis rocket stove.

 

 

LombokPost-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 39 meluncurkan inovasi SIBERDAMPAK di Desa Pakuan. Inovasi itu berupa alat pembakar sampah kering minim asap berbasis rocket stove.

SIBERDAMPAK merupakan singkatan dari Sistem Pembakaran Berdampak Positif. Mahasiswa mengembangkan alat itu untuk membantu mengatasi persoalan sampah di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Alat dirancang untuk membakar sampah kering secara lebih efektif dan terkendali. Proses itu berbeda dengan pembakaran terbuka yang menghasilkan lebih banyak asap.

Baca Juga: UMMAT Jadi Tuan Rumah In-Camp 2026, Dampingi Artikel Menuju Jurnal Internasional

Program itu tidak hanya menghadirkan teknologi tepat guna. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.

Edukasi diarahkan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan. Warga juga diajak memahami jenis sampah yang aman diolah menggunakan alat pembakaran.

SIBERDAMPAK mengadopsi teknologi rocket stove dengan memanfaatkan sirkulasi udara secara optimal. Sistem itu menghasilkan suhu pembakaran yang lebih tinggi dan stabil.

Proses pembakaran menjadi lebih cepat dan menghasilkan lebih sedikit asap. Namun, penggunaannya hanya diarahkan untuk sampah kering yang aman dibakar.

Desain alat dibuat sederhana agar mudah dioperasikan. Masyarakat juga berpeluang membuat alat serupa secara mandiri.

Mahasiswa mengingatkan warga tidak memasukkan sampah plastik, limbah elektronik, baterai, dan karet. Bahan kimia serta sampah berbahaya lainnya juga tidak boleh dibakar.

Jenis limbah itu dapat menghasilkan zat pencemar yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Ketua KKN UMMAT Kelompok 39 mengatakan, SIBERDAMPAK menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan. Inovasi itu juga dirancang sesuai kebutuhan masyarakat Desa Pakuan.

“SIBERDAMPAK kami hadirkan sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Kami berharap inovasi ini dapat membantu masyarakat mengurangi penumpukan sampah, meminimalkan polusi asap, serta menginspirasi lahirnya berbagai inovasi untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.

Baca Juga: Peta Spasial KKN UMMAT Bantu Pemdes Pohgading Timur Susun Pembangunan secara Akurat

Mahasiswa turut menyosialisasikan tata cara penggunaan dan perawatan alat. Warga juga mendapat penjelasan mengenai jenis sampah yang dapat dibakar.

Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya pemilahan sebelum pengolahan. Warga didorong memisahkan sampah organik, sampah daur ulang, sampah residu, dan limbah berbahaya.

Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos. Sementara itu, botol, kardus, logam, dan sampah bernilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah atau kegiatan daur ulang.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa pembakaran bukan satu-satunya cara menangani sampah. Pengurangan barang sekali pakai tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah.

Warga turut didorong memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Pemilahan, pengomposan, dan daur ulang juga perlu dijalankan secara berkelanjutan.

Pemerintah Desa Pakuan mengapresiasi inovasi mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 39. Kehadiran SIBERDAMPAK diharapkan membantu mengurangi penumpukan sampah.

Program itu juga diharapkan meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program. Alat itu diharapkan tetap dimanfaatkan, dirawat, dan dikembangkan setelah masa KKN berakhir.

Melalui SIBERDAMPAK, mahasiswa menghadirkan teknologi sederhana dan aplikatif sesuai kebutuhan desa. Inovasi itu juga menjadi langkah awal membangun pengelolaan sampah yang lebih tertib di Desa Pakuan.

Program itu sekaligus memperkuat kontribusi UMMAT dalam pembangunan desa. Kampus mendorong pemberdayaan masyarakat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

Editor : Akbar Sirinawa
SIBERDAMPAK pengelolaan sampah Desa Pakuan KKN Ummat rocket stove