Cegah Kekerasan Anak, KKN-PMD Unram Pringgabaya Utara Ajarkan Body Boundaries di Sekolah

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 13:10 WIB
KKN-PMD Unram mengedukasi siswa SDN 2 Pringgabaya Utara tentang batasan tubuh.
KKN-PMD Unram mengedukasi siswa SDN 2 Pringgabaya Utara tentang batasan tubuh.

 

LombokPost-Mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram (Unram) Desa Pringgabaya Utara 2026 memberikan edukasi body boundaries kepada siswa SDN 2 Pringgabaya Utara. Kegiatan ini menyasar siswa kelas IV, V, dan VI.

Edukasi itu membantu siswa memahami batas tubuh dan menghargai diri sendiri. Siswa juga diajak mengenali perilaku aman dan tidak aman sebagai upaya mencegah kekerasan serta pelecehan terhadap anak.

Kegiatan diawali dengan lagu edukatif mengenai bagian tubuh. Siswa mengikuti lagu dan gerakan sederhana sehingga pembelajaran berlangsung menyenangkan.

Melalui metode itu, siswa belajar mengenali bagian tubuh. Mereka juga memahami bahwa setiap anak memiliki hak atas tubuhnya sendiri.

Baca Juga: Edukasi Pengelolaan Sampah Organik, KKN-PMD Unram Gelar Workshop Pembuatan Komposter dan POC di Desa Pengadangan Barat

Pemateri body boundaries sekaligus anggota KKN-PMD Unram Ariqah Naurah Aliarahman menjelaskan, body boundaries merupakan batas pribadi mengenai tubuh. Pemahaman ini membantu anak mengenali bagian tubuh pribadi serta menentukan sentuhan yang membuat mereka aman atau tidak nyaman.

“Body boundaries merupakan batas pribadi yang membantu anak memahami bahwa tubuhnya milik sendiri. Anak perlu mengenali bagian tubuh pribadi, berani mengatakan tidak ketika merasa tidak nyaman, lalu segera bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya,” jelas Naurah.

Menurutnya, anak perlu memahami bahwa rasa tidak nyaman tidak boleh diabaikan. Mereka berhak menolak sentuhan, menjauh dari situasi yang membuat takut, dan mencari pertolongan.

Mahasiswa KKN-PMD menyampaikan materi melalui presentasi, diskusi, dan tanya jawab. Materi mencakup bagian tubuh pribadi, pentingnya menjaga batas tubuh, dan cara menolak sentuhan yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

Siswa juga mendapat penjelasan mengenai langkah yang perlu dilakukan saat mengalami atau melihat tindakan kekerasan. Mereka diarahkan segera melapor kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dapat dipercaya.

Baca Juga: Klinik Unram Hadir di Fakultas Teknik, Cek Kesehatan Gratis dan Pindah FKTP BPJS Makin Mudah

Para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Mereka ikut bernyanyi, menyimak materi, dan menjawab pertanyaan.

Metode pembelajaran disesuaikan dengan usia siswa. Cara ini diharapkan membantu mereka memahami perlindungan diri dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi kontribusi mahasiswa KKN-PMD Unram dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan mendukung SDGs 3 mengenai kesehatan dan kesejahteraan serta SDGs 4 mengenai pendidikan berkualitas.

Selain itu, program mendukung SDGs 16 mengenai perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat melalui edukasi perlindungan diri serta pencegahan kekerasan terhadap anak.

Melalui kegiatan ini, siswa SDN 2 Pringgabaya Utara diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga tubuh. Mereka juga diharapkan menghormati batas tubuh orang lain serta berani berbicara dan melapor saat mengalami tindakan tidak semestinya.

 

Editor : Akbar Sirinawa
KKN-PMD Unram body boundaries Pringgabaya Utara Sekolah Ramah Anak perlindungan anak