LombokPost- Pemerintah Provinsi NTB akan menerapkan program Golden Tiket kepala sekolah (kasek) pada tahun ajaran baru. Kasek yang bersedia ditugaskan ke daerah pelosok akan memperoleh insentif khusus dan diperbolehkan membawa dua guru dari sekolah asal.
Program Golden Tiket kasek menjadi salah satu strategi Pemprov NTB mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. Selain memperkuat sekolah di wilayah terpencil, kebijakan itu diharapkan mengatasi kekosongan jabatan kepala sekolah di berbagai satuan pendidikan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pemerintah telah memetakan sejumlah sekolah di wilayah pelosok yang membutuhkan pemimpin baru dengan kapasitas dan pengalaman memadai.
Baca Juga: Cegah Kekerasan Anak, KKN-PMD Unram Pringgabaya Utara Ajarkan Body Boundaries di Sekolah
“Kita sudah identifikasi wilayah pelosok mana saja yang membutuhkan. Program Golden Tiket ini mulai kita terapkan di tahun ajaran baru ini,” ujarnya.
Salah satu kasek yang masuk dalam skema itu adalah Kepala SMKN 5 Mataram Istiqlal Makrip. Dia dipersiapkan menempati sekolah di daerah yang membutuhkan penguatan manajemen dan kepemimpinan.
“Ada insentif yang InsyaAllah cukup menariklah, lumayan buat biaya hidup di sana,” kata Iqbal.
Menurutnya, kebijakan Golden Tiket kasek juga menjadi bagian dari percepatan pengisian jabatan kepala sekolah. Hingga kini, masih banyak jabatan kepala sekolah kosong atau dijabat pelaksana tugas (Plt).
Iqbal menargetkan seluruh posisi kasek yang kosong segera terisi dalam beberapa bulan ke depan. Namun, proses itu tetap harus mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sebelum pelantikan, Pemprov NTB harus memperoleh persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen). Setelah izin diterbitkan, calon kasek akan mengikuti seleksi dan asesmen kompetensi sebelum ditetapkan secara resmi.
Baca Juga: FK Unizar Gandeng RSUD H Moh Ruslan, Perkuat Rumah Sakit Pendidikan untuk Cetak Dokter Berkualitas
Iqbal berharap program Golden Tiket menjadi solusi untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan di daerah terpencil. Program itu juga diharapkan menghadirkan pemimpin sekolah yang kompeten. Dukungan insentif, tenaga pendidik tambahan, dan proses seleksi terukur diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan di pelosok NTB.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post