LombokPost- Pemprov NTB mempercepat transformasi pertanian menuju era modern. Pemprov menggandeng Universitas Brawijaya (UB) untuk menyiapkan petani milenial yang menguasai teknologi dan mampu menggerakkan sektor pertanian.
Kolaborasi itu menjadi bagian dari strategi mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia. Melalui kerja sama itu, pemerintah ingin memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Pemerintah juga mendorong lahirnya lebih banyak petani milenial yang siap menghadapi tantangan pertanian modern.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu faktor penentu keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, anak muda harus melihat pertanian sebagai profesi menjanjikan dengan dukungan teknologi dan inovasi.
Baca Juga: Temu Akrab Sekolah Rakyat Pulau Lombok Perkuat Soliditas Guru Lewat Ajang Olahraga
“Ini adalah zaman transformasi. Kita ingin petani milenial dan Gen Z kita memiliki kemampuan lebih. Pertanian tidak boleh lagi dipandang tradisional, tetapi harus kekinian dengan sentuhan teknologi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, minat generasi muda terhadap pendidikan pertanian masih cukup baik. Salah satunya terlihat di SMKPPN Bima yang setiap tahun mampu mempertahankan jumlah pendaftar di atas 100 siswa.
Namun, tantangan berikutnya memastikan para lulusan benar-benar menjadi petani milenial yang mampu mengoperasikan alat dan teknologi pertanian modern. Karena itu, kolaborasi dengan Universitas Brawijaya diharapkan meningkatkan kompetensi lulusan sekaligus mempercepat transformasi pertanian NTB.
Baca Juga: Unram Gandeng Seoul National University, Siapkan Prodi Bahasa Korea dan Peluang Beasiswa
Menurut Mirza, negara lain telah lebih dahulu mengembangkan pertanian berbasis teknologi. Karena itu, pertanian NTB juga harus bergerak lebih cepat agar tidak tertinggal dalam persaingan global.
Kerja sama dengan Universitas Brawijaya menjadi langkah strategis untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri daerah. Pemerintah berharap mereka memperoleh pengalaman dan ilmu dari kampus unggulan. Setelah itu, mereka diharapkan kembali ke NTB untuk membangun sektor pertanian yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing.
“Transformasi ini tidak hanya menyasar peningkatan produktivitas, tetapi juga perubahan pola pikir generasi muda terhadap dunia pertanian. Dengan pendekatan mekanisasi, digitalisasi, dan pemanfaatan inovasi, sektor pertanian diharapkan semakin menarik sebagai pilihan karier,” tuturnya.
Ke depan, lanjut Mirza, petani milenial akan menjadi tulang punggung pembangunan pertanian NTB. Kehadiran sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap teknologi diyakini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia. Langkah itu juga diharapkan memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post