LombokPost- MTsN 3 Mataram terus memperkuat transformasi pendidikan melalui peluncuran Begibung Digital dan pelaksanaan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Program ini menjadi langkah strategis MTsN 3 Mataram dalam menghadirkan pendidikan berbasis cinta yang adaptif, humanis, sekaligus didukung inovasi digital untuk mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia.
Workshop bertema "Bersama Cinta, Madrasah Bertransformasi, Mewujudkan Generasi Unggul dan Berakhlak Mulia" tersebut digelar di Aula MTsN 3 Mataram, Sabtu (1/8). Seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan sebagai bagian dari penguatan implementasi KBC sekaligus pengenalan inovasi Begibung Digital.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB H Zamroni Aziz. Hadir pula Kepala Kemenag Kota Mataram H Hamdun, Kepala MTsN 3 Mataram H Marzuki, Kepala Tata Usaha H Abdul Hafiedz, serta Ketua Pokjawas Kemenag Kota Mataram Rusnan yang menjadi narasumber implementasi KBC.
Baca Juga: Ayubi Ardan Lolos OSN Informatika, Siswa MAN 2 Mataram Siap Wakili Kota Mataram di Tingkat Provinsi
Suasana pembukaan berlangsung khidmat. Sekitar 70 siswa menyambut rombongan dengan mengenakan seragam sekolah dan pakaian adat Sasak. Lantunan shalawat Thala'al Badru 'Alaina mengiringi kedatangan Kakanwil Kemenag NTB hingga memasuki aula. Penyambutan itu menjadi simbol kuat perpaduan nilai religius, penghormatan kepada tamu, dan pelestarian budaya lokal yang terus dijaga MTsN 3 Mataram.
Prosesi pembukaan diawali pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Madrasah, dan Mars MTsN 3 Mataram. Setelah pembacaan Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan launching Begibung Digital yang dipimpin langsung H Zamroni Aziz bersama jajaran pimpinan madrasah.
Kepala MTsN 3 Mataram H Marzuki menegaskan bahwa perubahan merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan. Karena itu, KBC dihadirkan sebagai paradigma pembelajaran yang menempatkan kasih sayang, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama sebagai fondasi utama proses pendidikan.
Baca Juga: Ratusan Siswa Ramaikan Pentas PAI Batulayar, Asah MTQ hingga Pildacil Menuju Tingkat Kabupaten
Menurutnya, tema kegiatan dipilih untuk memperkuat budaya belajar yang humanis sekaligus membangun karakter peserta didik.
Pada kesempatan itu, Marzuki juga memperkenalkan Begibung Digital, inovasi yang terinspirasi dari filosofi budaya Sasak Begibung, yang mengandung makna kebersamaan, gotong royong, dan saling berbagi. Filosofi tersebut diterjemahkan menjadi semangat berbagi ilmu, berkolaborasi, dan terus berinovasi sesuai motto madrasah, Uswah.
Berbagai layanan digital kini telah diterapkan di MTsN 3 Mataram, mulai dari digitalisasi penerimaan peserta didik baru, asesmen berbasis gawai, absensi digital siswa, hingga aplikasi Madani yang membantu guru menyusun perangkat pembelajaran, melakukan presensi, dan memantau proses belajar mengajar secara digital.
Baca Juga: Nina Ayu Lestari Borong Tiga Medali Hoki di Porprov NTB, Siswi SMPN 23 Mataram Raih Dua Emas
"Digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi sarana meningkatkan mutu layanan pendidikan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel," ujar Marzuki.
Ia berharap implementasi KBC dan Begibung Digital mampu memperkuat budaya kerja kolaboratif sehingga seluruh inovasi yang dikembangkan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan MTsN 3 Mataram. Menurutnya, madrasah tersebut berhasil memadukan transformasi digital dengan penguatan pendidikan karakter.
Baca Juga: NTB Gandeng Universitas Brawijaya Cetak Petani Milenial, Pertanian Modern Jadi Fokus
Ia mengingatkan bahwa profesi guru merupakan pekerjaan mulia karena memiliki peran besar dalam membentuk masa depan generasi bangsa.
"Seorang guru mungkin lupa kepada sebagian muridnya, tetapi murid tidak akan pernah melupakan gurunya. Keberhasilan anak-anak didik merupakan amal jariyah yang terus mengalir bagi para pendidik," katanya.
Zamroni menjelaskan bahwa KBC tidak hanya mengajarkan kasih sayang dalam arti sempit. Lebih dari itu, pendekatan tersebut membangun tanggung jawab, empati, kepedulian, kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan negara.
Baca Juga: Temu Akrab Sekolah Rakyat Pulau Lombok Perkuat Soliditas Guru Lewat Ajang Olahraga
Menurutnya, cinta akan melahirkan tanggung jawab, sedangkan tanggung jawab akan menghasilkan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan madrasah merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Selain itu, Zamroni mendorong para guru terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan magister (S2) maupun doktor (S3) dengan memanfaatkan sistem perkuliahan digital yang kini semakin fleksibel.
Zamroni mengungkapkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap MTsN 3 Mataram. Pada tahun ajaran 2026/2027, daya tampung madrasah hanya sekitar 104 siswa, sementara jumlah pendaftar mencapai lebih dari 500 orang. Menurutnya, tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa kualitas layanan pendidikan MTsN 3 Mataram terus mendapat kepercayaan publik.
Ia berharap workshop implementasi KBC dan Begibung Digital menjadi fondasi penguatan kompetensi guru sekaligus mempercepat transformasi MTsN 3 Mataram sebagai madrasah unggul, inovatif, berkarakter, dan menjadi rujukan pendidikan berbasis cinta di NTB.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post