Dentuman alat musik tradisional yang dibawakan Sanggar Teater Songo mengiringi lagu Bhinneka Tunggal Ika, membuka agenda kunjungan kerja sekaligus Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI tersebut.
Kunjungan ini tak sekadar formalitas. Ratusan siswa, guru, hingga tenaga kependidikan tampak antusias menyimak materi penguatan wawasan kebangsaan yang dikemas secara interaktif.
Baca Juga: Bikin Bangga! Puluhan Medali PORPROV XII NTB Dikalungkan Ulang di Lapangan SMAN 9 Mataram
Suasana sosialisasi yang biasanya kaku mencair saat Senator Evi memilih lepas dari podium formal. Ia turun langsung ke tengah-tengah kerumunan siswa di lapangan untuk berdialog santai mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Aksi saling lempar pertanyaan pun terjadi. Siswa-siswi yang berani tampil menjawab maupun mengajukan tanggapan langsung mendapatkan apresiasi (reward) dari Evi Apita Maya, yang makin memicu antusiasme peserta.
"Generasi muda NTB harus paham akar kebangsaannya. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar hafalan, tapi pedoman hidup sehari-hari agar anak-anak kita tidak mudah terpecah belah," ujar Evi di sela-sela kegiatannya.
Baca Juga: SMAN 3 Mataram Borong 39 Medali Porprov NTB 2026, Sabet 18 Emas dan Kukuhkan Tradisi Juara
Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan motivasi langsung yang diberikan sang senator. Menurutnya, momentum ini menjadi pemantik semangat sekolah untuk menargetkan prestasi yang lebih tinggi.
Salah satu target terdekat SMAN 9 Mataram adalah mempersiapkan tim terbaik untuk berlaga di Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Kebangsaan tingkat provinsi pada tahun mendatang.
"Kunjungan Ibu Evi memberi energi luar biasa. Kami bertekad melakukan pembinaan intensif agar SMAN 9 Mataram bisa menjuarai LCC Empat Pilar tahun depan dan bangga mewakili NTB di tingkat nasional," ungkap Nengah Istiqomah optimistis.
Sinergi antara pemangku kebijakan dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat terus berlanjut, mencetak generasi muda Bumi Gora yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan