LombokPost- Ada suasana berbeda setiap Senin pagi di SMPN 15 Mataram. Setelah mengikuti upacara bendera, ratusan siswa tidak langsung menuju ruang kelas.
Bersama guru dan tenaga kependidikan, mereka berkumpul di aula untuk mengikuti sarapan bergizi bersama, sebuah program rutin yang menjadi bagian dari penguatan Gerakan Sekolah Sehat (GSS).
Program sarapan bergizi bersama SMPN 15 Mataram ini telah menjadi budaya sekolah. Seluruh siswa membawa bekal makanan dari rumah menggunakan kotak makan, lengkap dengan air minum dalam tumbler. Kebiasaan sederhana tersebut tidak hanya memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi, tetapi juga mendukung upaya mengurangi penggunaan sampah sekali pakai di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 15 Mataram Sri Wahyu Indriani mengatakan, kegiatan sarapan bergizi bersama selalu didampingi wali kelas agar siswa benar-benar mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sebelum memulai pembelajaran.
Baca Juga: Sekolah Gratis Bikin SMAN 1 Sembalun Diserbu, Pendaftar Melampaui Kuota
"Kegiatan ini didampingi langsung oleh wali kelas. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang tepat melalui sarapan bergizi bersama," ujarnya, Senin (3/8).
Menurut Sri, GSS yang dijalankan sekolah tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat melalui pemenuhan gizi siswa.
Program sarapan bergizi menjadi implementasi nyata dari pilar sehat bergizi dalam GSS yang diyakini mampu meningkatkan konsentrasi, kesehatan, dan semangat belajar peserta didik.
Ia menjelaskan, asupan nutrisi yang baik menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Generasi Emas 2045.
Baca Juga: Aviqa Askana Ansari Juara Nasional Pencak Silat, Siswi MTsN 3 Mataram Harumkan Nama NTB
"Selain fokus pada fisik melalui sehat bergizi, kami juga memperhatikan pilar lainnya seperti sehat jiwa melalui literasi kitab suci dan ibadah siang," katanya.
Program unggulan GSS di SMPN 15 Mataram kini telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
Konsistensi tersebut menjadi bukti keseriusan sekolah dalam membangun budaya hidup sehat yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Tak hanya berdampak pada kesehatan siswa, kebiasaan membawa kotak makan dan tumbler juga memberikan manfaat besar terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
Volume sampah plastik dan kemasan sekali pakai berkurang secara signifikan karena seluruh warga sekolah menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali.
Baca Juga: SMPN 1 Mataram Perketat Aturan HP, Tim TPPK Bergerak Cegah Bullying
"Kami ingin mengurangi polusi sampah. Dengan membawa wadah sendiri, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan sehat untuk proses belajar," tambahnya.
Melalui program sarapan bergizi SMPN 15 Mataram, Sri berharap peserta didik terbiasa menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Kebiasaan tersebut diyakini akan membentuk karakter disiplin, mandiri, peduli lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental siswa.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post