LombokPost- Universitas Mataram (Unram) mulai mengakselerasi pengembangan Desa Timbanuh sebagai Desa Agro Eduwisata di kawasan kaki Gunung Rinjani. Melalui Program Profesor Berdampak, Unram membekali masyarakat dengan pelatihan dasar kepariwisataan sebagai langkah awal menjadikan Desa Timbanuh alternatif baru wisata alam selain Sembalun.
Pelatihan yang digelar mulai Sabtu (1/8) diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai kelompok sadar wisata (Pokdarwis), kelompok tani, pelaku UMKM, hingga pemuda desa. Mereka mendapat pembekalan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian tiga tahun bertajuk Model Pengembangan Agro Eduwisata Berbasis Lanskap Rinjani untuk penguatan ekonomi masyarakat Desa Timbanuh, Lombok Timur dalam skema transformasi masyarakat dan wilayah binaan Unram.
Baca Juga: MTsN 2 Lombok Barat Perkuat Kolaborasi Internasional Bersama UniSZA Malaysia
Materi yang diberikan mencakup konsep dasar pengelolaan destinasi wisata melalui pendekatan 4A, yakni atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan kelembagaan. Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai tata kelola destinasi, pelayanan wisatawan, pengelolaan sampah berbasis lingkungan, promosi digital, keselamatan wisata, hingga pengelolaan usaha secara bersama.
Ketua Tim Program Profesor Berdampak Unram Prof Diswandi mengatakan, pelatihan tersebut menjadi fondasi penting sebelum masyarakat mulai mengelola berbagai paket wisata secara mandiri.
"Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa warga Timbanuh siap bergerak. Tugas kami memastikan semangat itu didukung pengetahuan dan tata kelola yang tepat sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan," ujarnya.
Baca Juga: SMAN 1 Labuapi Antar Siswa Kurang Mampu Lolos Kedokteran Dua Tahun Beruntun
Selama ini Sembalun dikenal sebagai pintu utama pendakian Gunung Rinjani sekaligus destinasi favorit camping ground dan campervan. Namun meningkatnya jumlah wisatawan setiap musim liburan mulai memunculkan tantangan berupa kepadatan pengunjung dan tekanan terhadap daya dukung lingkungan.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Desa Timbanuh untuk berkembang sebagai alternatif wisata kaki Rinjani. Desa yang telah masuk dalam jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata itu memiliki modal awal berupa area parkir, kafetaria, jalur jelajah hutan, serta sejumlah potensi wisata alam yang belum banyak tersentuh.
Daya tarik seperti Air Terjun Mayung Polak, Air Terjun Arung Raden, panorama Gunung Rinjani, hingga bentang lahan pertanian dinilai sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan camping ground, titik singgah campervan. Sekaligus destinasi wisata alam yang lebih tenang dibanding kawasan lain di sekitar Rinjani.
Baca Juga: FKIK Unram Kukuhkan 92 Dokter Baru, Siap Mengabdi hingga Daerah 3T
Berbeda dengan desa wisata lain di kawasan Rinjani, Desa Timbanuh mengusung konsep Agro Eduwisata yang menggabungkan wisata alam, pertanian, dan pendidikan.
Melalui konsep Edu Farm, wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga diajak belajar langsung mengenai proses budidaya tanaman, panen komoditas lokal, edukasi kehutanan, hingga konservasi sumber air.
Dengan konsep tersebut, wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih lengkap karena tidak hanya berlibur, tetapi juga membawa pengetahuan baru mengenai kehidupan masyarakat di kawasan kaki Gunung Rinjani.
Baca Juga: SMKN 4 Mataram Bentuk LSP P1, Sertifikasi Kompetensi Siswa Dimulai 2026
Kedepan, tim juga menyiapkan berbagai aktivitas pendukung seperti soft trekking menyusuri desa dan kebun, outbound dan team building, water tubing pada jalur sungai yang aman, program live-in bersama warga, hingga wisata kuliner berbasis produk lokal khas kaki Rinjani.
“Beragam aktivitas ini dirancang agar Timbanuh mampu menjangkau berbagai segmen wisatawan, mulai keluarga, pelajar, mahasiswa, komunitas pencinta alam hingga wisatawan yang mencari pengalaman menginap di alam terbuka," kata Prof Diswandi.
Program Desa Agro Eduwisata Timbanuh tidak hanya diarahkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca Juga: Kemenag Kota Mataram Perkuat Satgas Perlindungan Anak, Cegah Perundungan di Madrasah
Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat melalui eduwisata, menjaga kelestarian lingkungan, hingga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Setelah pelatihan dasar ini, tim Unram akan mendampingi masyarakat menyusun standar operasional pelayanan dan keselamatan wisata, memetakan potensi desa secara partisipatif, serta menguji sejumlah paket wisata unggulan.
“Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dalam tiga tahun kedepan, Desa Timbanuh diproyeksikan berkembang menjadi Desa Agro Eduwisata yang mapan dan menjadi alternatif wisata kaki Rinjani bagi wisatawan yang menginginkan suasana alam lebih otentik, nyaman, dan tidak sepadat kawasan Sembalun,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post