Pelajar di Bima Dibekali Pencegahan Narkotika dan Pernikahan Dini

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 03:39 WIB
Pelajar di Bima diedukasi mengenai bahaya narkoba dan pernikahan dini.
Pelajar di Bima diedukasi mengenai bahaya narkoba dan pernikahan dini.

 

 

LombokPost-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Angkatan ke-40 Kelompok 7 menggelar penyuluhan bahaya narkotika dan pencegahan pernikahan dini. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Kamis (6/8).

Penyuluhan melibatkan siswa SMA Negeri 2 Sanggar. Kegiatan menjadi bagian dari program KKN UMMAT Berdampak untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda.

Materi membahas berbagai persoalan yang dapat mengancam kesehatan, pendidikan, dan masa depan remaja. Tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta pelajar mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu.

Tenaga kesehatan Sahrul Ramadhan menilai penyuluhan menjadi langkah positif untuk membantu remaja memahami bahaya narkotika. Pelajar juga mendapat penjelasan mengenai berbagai risiko pernikahan pada usia dini.

“Mahasiswa Muhammadiyah sangat membantu memberikan pemahaman kepada anak-anak SMP dan SMA. Kegiatan seperti ini memberikan dampak positif bagi remaja, terutama dalam memahami bahaya narkotika dan pernikahan dini,” ujarnya.

Baca Juga: Konferensi Internasional UMMAT Libatkan Peneliti dari Pakistan dan Australia

Menurut Sahrul, penyalahgunaan narkotika dapat mengganggu kondisi fisik dan mental remaja. Dampaknya dapat terlihat melalui penurunan semangat belajar dan perubahan perilaku.

Penyalahgunaan narkotika juga dapat membuat tubuh mudah lelah. Selain itu, kemampuan berpikir dan mengambil keputusan dapat terganggu.

Karena itu, upaya pencegahan perlu dimulai sebelum anak memasuki usia remaja. Edukasi dapat diberikan sejak sekolah dasar secara berkelanjutan dengan menyesuaikan tingkat pemahaman anak.

Sahrul juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua. Keluarga memiliki peran utama dalam membimbing, mengawasi, dan membangun komunikasi terbuka dengan anak.

“Orang tua harus ikut memberikan pendampingan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika maupun pernikahan dini,” tambahnya.

Guru SMA Negeri 2 Sanggar Amirudin juga mengapresiasi penyuluhan mahasiswa KKN UMMAT. Menurutnya, ancaman peredaran narkoba dan pernikahan usia remaja masih perlu mendapat perhatian bersama di Kecamatan Sanggar.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat luar biasa. Sosialisasi seperti ini memberikan pengaruh positif kepada siswa. Kami sangat mengapresiasi mahasiswa KKN UMMAT yang telah memberikan edukasi kepada para pelajar,” katanya.

Amirudin berharap para siswa tidak hanya memahami materi selama penyuluhan. Mereka juga perlu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pelajar diharapkan lebih berhati-hati memilih lingkungan pergaulan dan menjauhi narkotika. Mereka juga diminta tidak terburu-buru memutuskan menikah pada usia muda.

Baca Juga: FH UMMAT Kupas Masa Depan Keadilan dalam Masyarakat Multikultural

Menurutnya, masa remaja sebaiknya digunakan untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Pelajar juga perlu mengejar cita-cita serta mempersiapkan masa depan secara matang.

Amirudin mengajak pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan, sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat memperkuat kolaborasi. Kerja sama diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan pernikahan dini.

Respons positif juga datang dari peserta. Dua siswi SMA Negeri 2 Sanggar, Putri Maesa dan Ana Febriani, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru.

Putri mengatakan, penyuluhan membuatnya semakin memahami pentingnya menjaga diri dan memilih pergaulan sehat. Ia juga menyadari dampak pernikahan dini terhadap pendidikan dan masa depan anak.

“Saya jadi tahu kalau pernikahan dini bisa membuat anak putus sekolah dan memengaruhi masa depan. Narkotika juga tidak boleh disalahgunakan karena bisa merusak kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ana menilai materi yang disampaikan mahasiswa mudah dipahami. Materi juga sesuai dengan persoalan yang sering dihadapi generasi muda.

“Sosialisasi ini sangat bagus karena membuat kami lebih paham tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjaga masa depan,” katanya.

Seluruh pihak sepakat penyuluhan perlu dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Jangkauan kegiatan juga diharapkan dapat diperluas kepada lebih banyak pelajar.

Pelaksanaannya memerlukan keterlibatan sekolah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, masyarakat, dan orang tua. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci membangun generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan berkarakter.

Melalui program itu, mahasiswa KKN UMMAT tidak hanya memberikan edukasi kepada pelajar. Mereka juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kegiatan menjadi bagian dari komitmen KKN UMMAT Berdampak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat. Lingkungan itu diharapkan mendukung tumbuh kembang generasi muda di Desa Oi Saro.

Editor : Akbar Sirinawa
bahaya narkotika Desa Oi Saro pelajar sma pernikahan dini KKN Ummat