LombokPost-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XL Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 46 menggelar pelatihan pengelolaan sampah berbasis 3R. Kegiatan berlangsung di Dusun Otak Dese, Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada.
Pelatihan mengangkat tema “Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R melalui Pembuatan Kompos dan Kerajinan Plastik”. Program itu diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam mengelola sampah secara tepat dan berkelanjutan.
Masyarakat diajak tidak lagi memandang sampah hanya sebagai limbah pencemar lingkungan. Sampah juga dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Baca Juga: Pelajar di Bima Dibekali Pencegahan Narkotika dan Pernikahan Dini
Pemateri kegiatan Ummi Ningsih menjelaskan, persoalan sampah terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu masalah lingkungan dan kesehatan.
Penerapan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle dinilai mampu mengurangi persoalan itu. Sampah dapat dikurangi, digunakan kembali, atau diolah menjadi produk baru.
Reduce merupakan upaya mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menghasilkan sampah. Langkah itu terutama menyasar plastik sekali pakai.
Reuse dilakukan dengan menggunakan kembali barang yang masih layak. Sementara Recycle merupakan proses mengolah sampah menjadi produk baru yang memiliki fungsi dan nilai jual.
Ummi tidak hanya menyampaikan materi kepada peserta. Ia juga mempraktikkan cara mengolah sampah organik menjadi kompos.
Baca Juga: FH UMMAT Kupas Masa Depan Keadilan dalam Masyarakat Multikultural
Peserta turut belajar membuat berbagai kerajinan berbahan sampah plastik. Praktik itu memberi pengalaman langsung mengenai teknik sederhana pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.
Pengolahan sampah organik menjadi kompos dapat membantu mengurangi timbunan sampah. Sementara kerajinan plastik dinilai berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ketua KKN UMMAT Kelompok 46 M Rahman Zulfah mengatakan, kegiatan dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada warga. Perhatian utama diarahkan pada pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi.
“Melalui seminar ini, kami berharap masyarakat mampu menerapkan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif,” ujarnya.
Menurut Rahman, pengelolaan sampah tidak hanya memberi manfaat bagi kebersihan lingkungan. Kegiatan itu juga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Baca Juga: SENASTIF 2026 Digelar Fatek UMMAT, Bahas AI dan Transformasi Digital
“Masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan melalui pemanfaatan sampah menjadi kompos maupun produk kerajinan yang bernilai jual,” tambahnya.
Kepala Dusun Otak Dese Muhammad Zunnurain mengapresiasi pelatihan yang digagas mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 46.
Menurutnya, sampah masih menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat setiap tahun. Karena itu, warga membutuhkan edukasi berkelanjutan dan solusi yang mudah diterapkan.
Ia berharap masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai barang yang tidak berguna. Sampah dapat menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi.
Warga dapat mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah menjadi produk bernilai jual. Langkah itu dapat membuat lingkungan Otak Dese lebih bersih, rapi, sehat, dan nyaman.
Pengolahan sampah juga berpeluang memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Melalui pelatihan itu, mahasiswa berharap budaya peduli lingkungan tumbuh di tengah masyarakat. Penerapan 3R dapat dimulai dari setiap rumah tangga.
Langkah itu diharapkan mengurangi volume sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan. Masyarakat juga dapat memahami potensi sampah sebagai sumber ekonomi.
Program itu menjadi bentuk kontribusi mahasiswa UMMAT dalam mendampingi masyarakat menghadapi persoalan lingkungan. Pendampingan dilakukan melalui edukasi, inovasi, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Editor : Akbar Sirinawa